Masyarakat pengguna transportasi umum mau tidak mau pasti pernah singgah di terminal ataupun stasiun. Persinggahan walau sebentar namun kadang kala sangat berarti, contohnya untuk sekadar buang air. Nah, bagaimana fasilitas yang ada di stasiun or terminal di Jabodetabek?

1. Toilet/wc
Pada umumnya sangat tidak layak. Kebanyakan malah dikelola oleh masyarakat. Dari pengalaman saya, yang relatif layak adalah stasiun daripada terminal. Namun tidak semua stasiun, melainkan stasiun-stasiun besar seperti Gambir, dan beberapa stasiun KRL seperti stasiun Sudirman (dukuh atas). Namun saya pernah menjumpai air di toilet dukuh atas habis. Sedangkan di halte-halte busway, sepertinya bangunan toiletnya hanya penampakan belaka.

2. Fasilitas parkir

Tampaknya ada pola pikir yang gak bener mengenai pengguna transportasi umum. Dianggapnya orang yang memilih angkutan umum ini orang yang gak punya kendaraan pribadi, khususnya mobil. Sehingga saya sulit menjumpai adanya parkir yang layak, terutama di terminal. Parkir yang relatif layak ada di stasiun yang padat jumlah penumpangnya, seperti di stasiun depok. Namun terbatas pada motor.

Parkir stasiun depok lama

parkir stasiun depok lama

Parkir disini disebut penitipan motor, umumnya dikelola masyarakat sendiri. Tempatnya terlindung, dan bahkan ada asuransinya. Namun untuk menemukan parkir mobil, tampaknya cuma bisa ditemukan di stasiun seperti gambir, atau stasiun KRL Tanjung Barat. Stasiun Tanjung Barat sendiri membikin bingung, sebab luasan parkirnya luas bisa menampung banyak mobil,namun hampir tak ada mobil parkir. Maklum stasiun ini tak punya keistimewaan (tak disinggahi KRL ekspres). Jadi kayaknya nggak match. Sedangkan untuk terminal busway, yang parkirnya lumayan memadai adalah di Ragunan.

3. Tempat ibadah

mushola stasiun dukuh atas

Jika di terminal dan stasiun besar umumnya memiliki mushola. Stasiun KRL sekelas Sudirman juga memiliki mushola. Namun saya menjumpai disana orang sholat dipaksa tayamum karena gak ada air.

4. Surat keterangan
Ini kelihatan sepele, namun bagi pekerja bisa besar maknanya. Disini keunggulan KRL daripada transportasi lain. Jika ada keterlambatan atau ada masalah di KRL yang menyebabkan penumpang terlambat, kita bisa meminta surat keterangan dari stasiun, sehingga kita gak jadi di-SP oleh HRD, dan uang makan gak jadi dipotong. Lumayan. Kalo terminal? Urusan loe!

5. Ruang tunggu

Menunggu memang menjemukan (apalagi kalo yang ditunggu bermasalah, gak jelas datangnya). Jika di terminal kebanyakan kurang layak, bahkan jarang ada tempat duduk. Ruang tunggu di halte busway umumnya terbatas tempat duduknya, karena ruangannya juga kecil, untuk berdiri saja kadang penuh sesak.

tempat duduk stasiun depok

Di stasiun KRL rata-rata ada tempat duduknya, meskipun berbentuk batangan besi yang terpatri kokoh. Mungkin alasannya supaya tidak mudah dicuri atau dirusak, meskipun sangat tidak nyaman diduduki.

Beberapa stasiun, seperti stasiun dukuh atas (lagi-lagi) tempat duduknya bagus dan ada TV nya.

ruang tunggu stasiun dukuh atas

Namun daya tampung ruang tunggu seperti itu hanya terkesan elegan, dari sisi fungsi tidak terlalu banyak menampung calon penumpang yang ingin duduk ketika jam sibuk.

6. Papan Informasi dan pengumuman.

Pada umumnya di terminal susah mencari papan informasi mengenai trayek, waktu keberangkatan dan bisnya dimana. Jadi informasinya didapat dari calo, kenek dan asongan.

informasi jadwal KRL di Dukuh Atas

Namun di stasiun seperti Depok baru, Gambir, Beos dan Dukuh Atas (lagi-lagi) ada informasi seperti itu. Satu saingan dari KRL adalah Busway, yang ditiap haltenya ada informasi mengenai trayek dan halte.

7. Informasi update posisi alat transport

Stasiun tentu saja mengumumkan posisi kereta-kereta yang akan menuju stasiun itu dan jadwal keberangkatannya. Juga mengenai kereta yang akan masuk di jalur berapa. Jadi calon penumpang tak perlu bertanya dan dapat memperkirakan berapa lama harus menunggu, ataukah mencari alternatif lain (bayangkan kalo ratusan penumpang itu pertanyaannya sama ditanyakan orang yang sama, apa gak dower jawabnya). Sedangkan di terminal, atau halte, hanya Tuhan dan bis itu sendiri yang tahu posisinya sekarang.

8. Jumlah tempat pemberhentian (naik turun)

KRL mempunyai batasan jumlah stasiun, bahkan untuk KRL ekspres malah lebih terbatas lagi, untuk memperoleh keunggulan waktu tempuh. Hampir sama dengan busway, bedanya busway lebih banyak haltenya. Sedangkan bis (baik bis kecil, besar dan AC), malah hampir bisa berhenti disemua tempat (nggak peduli ada halte apa nggak).

Dari 8 fasilitas tersebut, tampaknya mode transportasi bis kalah telak untuk hampir semua hal, karena KRL mempunyai sistem yang lebih menyeluruh, meliputi jaringan relnya, hubungan antar stasiun, hubungan antar KRL-stasiun. Namun kelebihan bis justru karena tak tersistem itu, lebih fleksibel, dan mempunyai jaringan lebih luas daripada kereta. Contohnya di fasilitas terakhir, dimana bis bisa berhenti dimana saja sepanjang jalurnya. Hal yang sama juga terjadi pada waktu berangkat. Coba misalnya anda mau pulang kantor lebih awal (misalnya jam 13.00), maka dijamin akan susah mencari KRL dari Jakarta/Tanahabang menuju Bogor/Depok, Bekasi dan Serpong. Tapi bis tetap ada meskipun lebih panjang jarak tem-nya.

About these ads
Komentar
  1. ima apriany mengatakan:

    Wah selamat mas, blognya sangat berguna buat para komuter, hampir tiap hari ada update pula..! Makasih ya.
    Saya mau tanya dong tentang Surat Keterangan terlambat dari stasiun… itu mintanya sama siapa? Kepala Stasiun di stasiun kedatangan ya? Prosedur sampe dapet suratnya gimana, makan waktu lama gak?

    karena kantor saya menerapkan absen fingerprint dan ada batas jumlah terlambat dalam satu bulan kecuali dengan surat pemberitahuan yang ditandatangani atasan, jadinya saya perlu Surat tersebut.

    • andrefeb mengatakan:

      Setahu saya itu tinggal minta saja, sudah ada formatnya & tersedia. Saya pernah waktu ada KRL ada trouble di stasiun depok lama puluhan orang minta di kantor ka stasiun, dan itu saya tahunya krn diumumkan lewat pengeras suara.

  2. yoko mengatakan:

    mas mau tanya,apakah di Stasiun Tanjung Barat ada lokasi parkir untuk motor?saya besok ada rencana mau ke UI Depok,daripada ribet masuk depok saya rencana mau naik KRL dari tanjung barat,mohon infonya makasih

    • andrefeb mengatakan:

      lahan parkirnya sih luas banget, cuma saya pribadi belum melihat adanya tempat parkir motor, atau mungkin saya yang belum tahu tempatnya. lain dengan stasiun lenteng agung yang banyak tempat parkir motor.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s