Ini menyambung tulisan terdahulu (jadi ini part-2 nya). Obyek wisata masih di daerah Jakarta

1. Planetarium & Observatorium Jakarta

Letaknya di TIM (Taman Ismail Marzuki), di Cikini. Disini ada teropong bintang, namun jadwal peneropongan malam untuk umum tidak tiap haru, silakan ditanyakan sendiri disana. Yang jelas, jadwal tetap yang ada adalah pertunjukan teater bintang di kubahnya, yang membuat kita seakan-akan kembali ke impian masa kecil menjelajah antariksa.

planetarium Jakarta (inset : Ruang Pertunjukan)

Jadwal Pertunjukan Selasa – Jumat : setiap 16:30, tapi kalo Sabtu,  Minggu dan Sabtu Libur Nasional   setiap 10:00, 11:30, 13:00, dan 14:30. Kalo Jumat Libur Nasional setiap : 10:00, 11:30, 13:00, 15:00, 16:30.

Angkutannya? kalo naik KRL  :  kereta dari Bogor/Depok atau Bekasi, atau semua kereta dari Manggarai tujuan Jakarta Kota, turun di Stasiun Kerata Api Cikini. dari Stasiun dapat menyambung dengan Metromini No. 17 arah Pasar Senen atau cukup naik Bajaj, atau ojek, atau jalan kaki (jarak sekitar 1 km).

Kalo naik Busway : Jalan Cikini tidak dilewati koridor busway, tapi ada koridor 5 (Ancol – Jatinegara) yang ‘nyerempet’, yaitu melewati Jalan Kramat Raya, berhenti di Halte Kramat Sentiong. Dari situ naik aja ojek/bajaj, atau jalan kaki (jarak sekitar 1 km). Kalo mau cara lain, naik koridor 1, turun di halte BI dan nyambung naik kopaja 502 ke arah Kampung Melayu.

Kalo naik angkutan umum biasa dari Senen/Manggarai bisa naik Metromini No. 17 Jurusan Pasar Senen – Manggarai, kalo dari Kampung Rambutan, naik Kopaja No. 57 Jurusan – Cililitan – Tanah Abang, Dari Lebak Bulus atau Mampang silakan naik Kopaja No. 20 Jurusan Pasar Senen – Lebakbulus, tapi ingat rute kembali dariLebak Bulus menuju Pasar Senen tidak lewat Planetarium.

2. Wisata Kota Tua Jakarta

Yang ini pas buat yang gemar fotografi. Karena kota tua, bangunan-bangunannya ya bangunan tua, dan banyak juga terdapat Museum. Lokasinya sih di seputaran Stasiun Beos (Jakarta Kota). Stasiun Beos itu sendiri juga termasuk bangunan wisata kota tua. Tidak jauh dari situ terdapat Museum Bank Mandiri dan Museum Batavia/Museum Fatahillah/Museum Sejarah Jakarta. Kalau mau ke Museum Bank Mandiri cukup nyebrang pake TPO (terowongan penyeberangan orang) dari arah stasiun kota ke Museum/ halte Busway.

Museum Fatahillah

Ada yang khas di wisata kota tua ini, yaitu ojek sepeda. Ojeknya rata-rata juga berusia lanjut, mungkin biar selaras dengan kota tua.

ojek sepeda

Misalnya di sekitar Museum Fatahillah. Dengan tarif sekitar Rp 30.000 (kalo belum naik), maka anda akan diantar ke pelabuhan sunda kelapa, menara syahbandar, museum bahari, jembatan kota intan dan toko merah. Saya nggak menerangkan sejarah bangunan-bangunan itu, karena tukang ojek sepeda itu yang akan menerangkannya (jadi guide). Jadi ongkos ojek itu sebenarnya juga meliputi jasa guide.

Karena lokasi kota tua di sekitar Stasiun Jakarta Kota, maka angkutannya paling pas ya naik KRL. Atau bisa juga naik busway koridor 1. Kalo naik angkutan lainnya, yang jurusan kota, misalnya Metromini 85, Lebak Bulus – Kota, atau Mayasari Bhakti P17 (kampung Rambutan-Kota).

3. Setu Babakan

Ini perkampungan cagar budaya Betawi, lokasinya di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Bangunan rumahnya khas Betawi. Disini bisa dijumpai makanan khas betawi seperti Kerak telor, Ketupat Sayur dan lain-lain (makanan aje lu pikirin). Disini juga bisa mancing di Setu/Danau. Ada juga tempat mainan anak dan penjualan souvenir.

“Kalo ente pake angkot, kagak usah bayar. Masa masuk kampung bayar, lu pikir gue preman?  Kalo lu bawa kendaraan, nyoh parkir disono, paling seceng !” (wah aku kok iso dadi wong betawi?).

Kampung Setu Babakan

Angkotnye gampang, dari Blok M naik aje Kopaja 616 tujuan Cipedak. Itu Kopaja lewat Lenteng Agung (ISTN). Jadi kalo lu naik KRL, turun aje di Lenteng Agung. Kalo lu naik Busway, turun aje di terminal blok M.

Kalo lu dari Terminal Depok, lu naik aje angkot D 128, minta diturunin di kampung Setu Babakan ye!

4. Monumen Pancasila Sakti (Lubang Buaya)

Ini kayaknya bukan obyek wisata. Kayaknya obyek horor. Tapi gimana lagi, horor kan juga wisata. Cuma kalo ditanya anak-anak agak susah jawabnnya. “Penderitaan itu pedih Jendral !” (masih teringat filem masa kecil dulu, G30S/PKI).

Disini ada diorama mengenai peristiwa itu. Hii… “Penderitaan itu pedih Jendral !”.  Srettt…sretttt.

Diorama Monumen Pancasila Sakti

Lokasinya di Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur. Kalo angkutannya angkot KWK  T-05A dari Kampung Rambutan. Kalo dari UKI (Cawang) naik 461 ke arah Pd. Gede turun di Monumen Pancasila Sakti. Dari Cililitan: Naik T04 ke arah Pondok Gede turun di Monumen Pancasila Sakti. Dari Pondok Gede: Naik angkutan umum 461, K40, T04 yang ke arah Cililitan turun di Monumen Pancasila Sakti.

About these ads
Komentar
  1. jenifer mengatakan:

    kalo saya naik G5 dari curug kan turun di pondok gede, dari sana naik apa ya??
    thankyou :)

  2. alifaniye mengatakan:

    Kalo dari Kampung rambutan, naik busway transit + turunnya di halte mana?
    Terimakasih

  3. Indra mengatakan:

    mas, minta cara cepat naik krl dan angkot dr tanah abang ke TMII dunk..

  4. della josua mengatakan:

    mas mau tanya kalau dari kampung melayu ke cikini naik koridor berapa dan bus apa ya mas?

  5. ninik mengatakan:

    jjalan2 yuk ke Maloboro Jogja sambil dengerin lagu
    buka Youtube ketik MALIOBORO romogandul

  6. frangky mengatakan:

    Kalau dari cikini ke glodok naik baswei yg mana ya?

  7. hamzah mengatakan:

    Punten kang, dari kp. rambutan ke lubang buaya cuma bisa naik KWK T05A? Itu ongkosnya brp ya? Kalo busway gak bisa kang? muhun

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s