Sesama Setan dilarang saling Mengumpat

Gelar setan, tepatnya setan jalanan ini saya berikan pada bis angkutan umum 3/4. Bis yang digolongkan bis 3/4 ini adalah kopaja, metromini dan AKAP non ac. Ukuran bis ini termasuk kecil, dengan kapasitas tempat duduk sekitar 20-an. Kapasitas berdiri? Bisa memecahkan rekor MURI.

Kenapa saya sebut setan? karena tingkah lakunya di jalan menakutkan dan menjengkelkan pengendara lain, bahkan juga penumpangnya. Apabila penumpang sepi maka dia banyak ngetem dan menyumpal arus lalu lintas. Tidak cuma saya, pengguna jalan lain pun mengamini dan mengumpat “setan!” pada bis ini. Meskipun setan, dia baik hati, tidak pernah menolak penumpang meskipun sudah banyak yang bergantungan di pintu. Apabila bertemu dengan saingannya, maka dia kumat kesetanan lagi tanpa menghiraukan kenyamanan dan keselamatan pengendara lain dan penumpangnya.  Dan sudah jadi kebiasaannya untuk bermanuver dengan tajam, bahkan disela-sela kemacetan. Namun justru karena kemampuannya bermanuver ini yang disukai oleh penumpangnya, karena bisa menerobos macet dengan lebih cepat.

Memang susah untuk disebut sebagai angkutan yang nyaman dan aman. Namun bagaimana lagi, kalau memang cuma itu angkutan yang tersedia dan tidak menguras kantong. Berikut tips untuk menaiki si setan, berdasarkan pengamatan dan pengalaman bertahun-tahun.

layout bis 3/4

layout bis 3/4

1. Pemilihan Tempat Duduk
Tempat duduk yang strategis adalah yang berada di sebelah sopir (dalam gambar layout bis 3/4 adalah no. 1). Karena di situ walaupun penuh sesak tetap akan aman dari desakan penumpang lain, karena letaknya yang terisolasi. Namun ini tidak efektif jika anda turun pada jarak dekat atau pada saat bis penuh sesak, karena akan kesulitan menuju pintu. Risikonya juga kalo tabrakan paling duluan. Pilihan kedua adalah tempat duduk yang di belakang sopir (no.3). Ini juga sedikit terisolasi. Pilihan ketiga adalah tempat duduk yang dekat dengan jendela. Alasannya pasokan udara (meskipun gak seger) terjaga dan tak bersentuhan langsung dengan penumpang lain yang berdiri. Tempat duduk yang kurang nyaman adalah yang ada di belakang sendiri (no. 4), karena anda akan dihidangkan pantat penumpang yang berdiri. Oh ya, di bis jenis ini biasanya ada bangku amatir, yaitu bangku yang ‘portabel’ yang ditaruh diatas kap mesin (disamping supir, no. 2). Ini juga alternatif yang bisa dipake, cuma pegel aja karena kecil dan gak ada sandarannya.

2.  Pemilihan tempat menunggu dan naik

Untuk bisa meraih tempat duduk, yang paling pas aturannya memang di terminal. Namun untuk mencapai terminal ada konsekuensinya. Kebanyakan bis jenis ini banyak yang tidak masuk terminal, sehingga menunggu di terminal memerlukan waktu yang lebih lama. Jadi, untuk memperoleh bis secara cepat, pilihannya ada di tempat tertentu, seperti di lampu merah, perempatan/pertigaan jalan, atau di terminal bayangan. Kalau terminal bayangan/tempat ngetem ini bisa hampir sama dengan terminal, bisnya ngejogrok lama. Kalau di lampu merah, perempatan/pertigaan jalan bisa lebih cepat. Jika ingin tahu lokasi dimana biasanya bis itu biasa mengangkut penumpang secara cepat, coba perhatikan apakah ada perempatan jalan/persimpangan yang banyak orang menunggu. Mereka adalah penumpang kawakan yang telah menemukan ‘best practice‘ menunggu si setan.

3. Berdiri, siapa takut

Jika tempat duduk sudah habis, yah apa boleh buat. Come on, mari kita berolahraga, eh berdiri. Berdiri pun ada tekniknya. Pemilihan tempat berdiri yang lumayan baik adalah di belakang bangku tengah sebelah kanan yang dekat jendela (dalam gambar layout, angka A). Disitu akan terhindar dari lalu lalang penumpang naik/turun maupun kenek yang mondar-mandir. Jadi berdirinya menghadap depan. Yang perlu diperhatikan adalah apakah ada tonjolan karena lekukan ban di lantai bawah. Jika ada, agak pegel juga terutama yang berbadan tinggi, pasti kepalanya kesundul plafon. Jika anda memilih berdiri di tengah, maka formasinya dengan penumpang yang berdiri lainnya adalah saling membelakangi (pantat vs pantat, angka B dan C), jadi anda menghadap jendela. Ada sekitar 4-5 orang yang berjajar dengan anda dalam posisi seperti itu. Maka itu tas ransel tentunya akan mengganggu karena memakan ruang. Idealnya ditaruh di depan untuk menghindari copet, namun penumpang yang duduk didepan anda pasti akan terganggu, tapi mau gimana lagi. Coba saja tawarkan apakah mau memangku tas anda daripada kepalanya kesundul ransel anda yang ditaruh didepan. Jika anda jarak dekat, jangan menjauhi pintu. Jika anda belum berpengalaman dan tangan tidak biasa berlatih gym, jangan coba-coba posisi D, yaitu bergelantung di pintu. Ini terjadi jika bis sangat penuh. Lebih baik tunggu bis berikutnya.

4. Teknik naik dan turun

Seringkali tempat naik dan turun kita berisiko tinggi (misalnya ada rambu S dicoret) atau bis sedang kejar-kejaran dengan saingan, jadi bis tidak berhenti sempurna, masih jalan. Untuk naik, coba perhatikan bahwa didekat pintu selalu ada tiang atau pegangan besi. Ketika bis sedang melambat, sambil berlari atau jalan cepat, raihlah pegangan itu, sambil melompat atau menjejakkan kaki kanan ke tangga bis. Selanjutnya hampir bersamaan waktunya, angkat kaki kiri dari jalan. Anda telah resmi terangkut bis.
Sedangkan jika turun, usahakan kaki kiri telebih dulu, karena pintu bis selalu di sebelah kiri. Kaki kanan selanjutnya sebagai penyeimbang. Jika kaki kanan yang turun dulu, ada kemungkinan kaki kanan tersandung kaki kiri. Dan selalu menengok kebelakang dulu sebelum turun, memastikan tak ada kendaraan, terutama motor, disisi kiri belakang bis.

5. Isyarat turun.

Sediakan uang logam atau logam lain seperti cincin. Sering sekali kenek atau sopir pekak telinganya. Teriakan minta berhenti gak didengar. Jika memukul-mukul plafon atau badan bis, tangan yang sakit. Jadi cara mujarab adalah memukulkan uang logam ke besi pegangan bis, maka sopir akan langsung bereaksi. Ada dua hal yang berperan; suara denting logam mempunyai frekuensi tinggi yang mampu menembus suara deruman mesin bis yang berfrekuensi rendah. Alasan kedua adalah sopir dan kenek cuma berpikir uang, bukan mengantar penumpang. Sehingga suara uang (logam) lebih didengar daripada suara penumpang.

6. Di dalam bis

Bagaimanapun jangan mengeluh. Pertama, menandakan penumpang amatir. Tiap hari memang begitu, tak usah menangis. Penumpang amatir menjadi idaman copet. Kedua, membuat sebal yang mendengar. Memangnya anda harus diistimewakan? Ongkos boleh sama, nasib dapat tempat duduk bisa beda. Ketiga, dengan mengeluh berarti buka mulut, dan belum tentu baunya sedap. Keempat, gak ada guna dan efeknya. Kenek dan sopir telah teruji berhati baja, bermuka tembok. Jangan kau kira tangisanmu bisa meluluhkan hati mereka.

7. Pencahayaan

Ini berpengaruh pada saat ada matahari. Ada baiknya membuka lagi pelajaran ilmu bumi. Intinya harus memahami arah bis dalam perjalanannya dan posisi matahari. Misalnya perjalanan bis dari Depok menuju Jakarta pada pagi hari, maka matahari akan muncul pada sisi kanan bis. Maka itu posisi duduk di sisi itu terisi paling akhir. Jangan tertipu dengan keadaan sesaat. Saat pagi hari di terminal, suasana masih sejuk dan adem ayem. Namun ingat bahwa perjalanan bis rata-rata lebih dari satu jam. Saat matahari show of force, saat itulah bis terjebak kemacetan. Kecuali anda seperti bule yang menikmati berjemur seperti di pantai Kuta.

8. Tingkatkan keimanan

Berdoalah selalu. Bau maut terasa menyengat dalam perjalanan bis ini. Sudah banyak berita tentang kejadian yang tidak menyenangkan. Tidak heran, mengingat faktor keamanan tidak diperhatikan, kelaikan bis dinomorduakan, kapasitas overload, dan perilaku mengemudi yang kesetanan, merupakan upaya serius mengejar maut. Ada hikmah ketika menaiki bis ini, mengingatkan bahwa kita semua lemah, tak berdaya dalam cengkeraman sopir setan yang mengejar uang setoran, dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat penumpang umum. Mari berdoa, doa orang teraniaya…

Komentar
  1. Ipung mengatakan:

    salam kenal …emang ada asiknya juga naik angkutan umum.
    karena jarang naik ..kadang bingung sama bayarnya.

  2. iskar mengatakan:

    Mantab tulisannya mas…
    Sptnya sdh iso (diatas 2000 posting,eh,diatas 2000 kali) naik angkutan umum🙂

    Memang bus setan ini populasinya banyak sekali dan biasanya lewat jalur2 yg kita kehendaki.
    Saat sekolah smp dan sma saya menggunakan sarana ini (terimakasih kpd s61, s60, s62, s66, s68 dan jg sesekali u27)dan kuliah lanjut kereta krl.

    Oiya, kalo blh menambahkan, krn faktor kemacetan yg semakin menggila, dan otomatis menambah waktu diatas bus 3/4 ini, saya biasakan pakai kaos singlet ditutup jaket dr rmh, pakaian kerja saya lipat dan masukkan ke tas, jd anggap aja kayak b2w nanti ganti baju dikantor.
    Plus dgn kemacetan dan kengeteman yg semakin menggila, siapkan earphone, stel lagu ato radio dr hp yg dibawa, dan nikmati sisa perjalanan anda.

    Artikel yg bagus dan bermanfaat. Lanjutkan…

    • andrefeb mengatakan:

      Thanks mas Iskar. Tambahan tipsnya ok juga. Tapi saya udah jarang bawa tas gara2 putus kecantol pintu, jadi saya pake sweather untuk melindungi kekusutan kemeja

  3. pepie mengatakan:

    sip, ndre…. tips isyarat turun-nya, tpenips cahayaan-nya, dan tips paling akhir tuh: pasrah, hahaha…. betul banget! pengalaman diriku naik bison juga begini…. hehe…

  4. ima apriany mengatakan:

    Kasian Bapak saya dari Bandung belum pernah naik metromini di Jakarta.. sewaktu udah di pintu mau turun, beliau nunggu dulu sampai metromininya berhenti total.. akhirnya dimarah-marahi sama kernet T-T
    Lupa belum diberitahu teknik turun metromini Jakarta yang baik dan benar

    • andrefeb mengatakan:

      kasihan juga. sebenarnya yang benar ya nunggu sampe berhenti total. Kelemahannya penumpang metromini itu karena bayar duluan, jadi gak punya bargaining kalo turun. Kalo angkot, kan bayarnya kalo turun, jadi penumpang punya bargaining, harus berhenti (apa mau gak dibayar)

      • ima apriany mengatakan:

        Iya betul.. di Bandung kan banyakan pake angkot, disana gak ada metromini.
        Tapi bis DAMRI di Bandung, walaupun bayar di dalem, mereka kalau berhenti ya total. Emang edun deh metromini di Jakarta mah.

  5. riska mengatakan:

    mas, makaasih infonya, geli sendiri bacanya.. ternyata teori yg dibuat sendiri dan ditulis hsailnya ruar biasa kocakk..four thumbs up mas…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s