Waterways, transportasi alternatif melalui sungai di Jakarta, yang diresmikan oleh Sutiyoso pada tanggal 6 Juni 2007. Banyak masalah yang didapat daripada hasilnya, karena memaksakan angkutan sungai pada masyarakat yang tidak berbudaya sungai. Jangankan mengangkut penumpang, membebaskan baling-baling dari jerat sampah saja susahnya minta ampun. Akhirnya operasional waterway berhenti setahun setelah diresmikan.

Dermaga Waterway

Saya malah punya ide bagaimana kalau Bang Yos di dikirim ke Banjarmasin saja untuk mencoba ide brilian ini.

Bisa dilihat tulisan sebelumnya mengenai angkutan sungai ini.

https://maskomuter.wordpress.com/2011/04/09/transportasi-sungai/

Sayang sekali kemunculan waterway yang prematur dan terkesan sekadar cari sensasi ini kemudian hilang ditelan waktu. Banyak masalah, antara lain sungai sudah sangat terpolusi, jembatan yang rendah, tata ruang dan bangunan yang membelakangi sungai (bukan budaya sungai), tapi yang jelas adalah : tak adanya komitmen.

Namun rupanya ide ini masih membekas di benak masyarakat. Bahkan, pelaku transportasi pun ingin mewujudkan ide ini secepatnya. Mungkin stress melihat macet yang luarbiasa

Berikut ini penampakan upaya percepatan waterway dari Metromini :

metromini kecebur

Metromini Waterway

Rupanya sang legenda, Metromini ingin menjadi pelopor waterway.

ngetem di waterway

Namun rupanya kebiasaan lama tetep aja, si Metromini ini ngetem, gak berhenti di dermaga Waterway seperti di Dukuh Atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s