Dalam menaiki KRL ekonomi panas, berbicara masalah safety memang rasanya sia-sia. Mungkin tips dalam KRL ekonomi panas cuma :

– Pegangan yang kuat

– Menghindari copet : taruh hape dalam saku depan yang tertutup jaket, atau kancingkan saku belakang, waspada saat naik/turun, taruh ransel/tas di depan

– Berdoa selalu

– Kalo gak yakin, jangan memaksa

Maka itu sesuai judul saya lebih mengarah ke KRL Ekonomi AC dan Ekpress.

Jendela tertutup tirai

Perhatikan dalam keadaan siang maupun malam, panas maupun mendung, kebanyakan tirai di jendela selalu tertutup. Itu bukannya tidak ada alasannya. Sebagian penumpang (terutama yang berpengalaman) selalu menutup tirai itu, karena takut lemparan batu.

Batu? ya… ada saja orang-orang sakit jiwanya yang melempar kereta. Kebanyakan terjadi di malam hari, meskipun siang juga sering terjadi. Lokasi yang banyak terjadi adalah di dekat stasiun citayam. Namun semua tempat terutama jika melewati pemukiman rawan pelemparan batu, seperti yang pernah saya alami di sekitar manggarai.

Kaca Pecah

Maka itu untuk sedikit meredam energi kinetik lemparan batu dan sebaran pecahan kaca, tirai tersebut diturunkan. Sebenarnya fungsi tirai itu untuk menghalangi terik sinar matahari. KRL Jepang memang tidak dipersiapkan untuk dilempari batu kacanya. Maklum disana banyak yang jalan di subway, dan juga nggak banyak orang stress. Paling banter nebar gas sarin.

Tirai di KRL

Sebenarnya daya lemparan batu dipadu dengan laju kereta menghasilkan momentum yang besar, dan tirai setipis itu kemungkinan juga tidak terlalu efektif menahan, tapi bagaimana lagi, memakai helm dan jaket pelindung akan menimbulkan risiko lain : bikin malu. Dan kita berharap tirai tersebut cukup elastis untuk meredam energi kinetik batu produk orang sakit jiwa itu.

Awas kejepit !!!

Tiap pintu KRL ekspress dan AC ekonomi selalu ditempeli stiker : “awas tangan kejepit”. Banyak orang mengira arti kejepit itu adalah kejepit dua bilah pintu (ditengah-tengah) ketika pintu menutup, namun risiko yang paling besar adalah risiko kejepit pinggiran pintu.

Awas Kejepit

Lihat stiker peringatan itu, gambar telunjuk itu menunjuk pada pinggir pintu, bukan tengah-tengah pintu. Paling banyak kenanya adalah ketika mau turun, ketika penumpang berdesakan mendekati pintu, ada yang tangannya menahan dengan berpegangan pada pintu. Ketika pintu membuka, pintu itu menggeser masuk kecelah diantara body kereta, sehingga bila ada tangan yang berpegang di pintu, jarinya akan terseret menggeser searah masuknya pintu kereta ke dalam body (seperti gambar diatas) . Teman saya ada yang jempolnya terjepit disitu, dan baru lepas setelah pintu kembali menutup. Jepitan pintu pada body itu cukup untuk bisa memutuskan jempol tangan. Jadi : Waspadalah ketika pintu membuka, lebih besar bahaya kejepitnya daripada pintu menutup. Waspadalah, waspadalah.

Komentar
  1. ima apriany mengatakan:

    Oo gitu ya.. saya jadi tahu nih…selama ini gak memperhatikan. “awas tangan kejepit” kirain kejepit di tengah pas nutup.. ternyata malah pas buka-nya ya. Alhamdulillah belum pernah kejadian…

    • andrefeb mengatakan:

      iya mbak ima. saya sendiri baru tahu juga ketika teman saya jempolnya kejepit. penumpang yang lain malah nunjukin jempolnya yang cacat kejepit pintu itu juga dengan kejadian sama.

  2. ima apriany mengatakan:

    Wah jangan sampai.. nanti jempol saya gak bisa buat absen di kantor nih.
    Oya tentang copet,, saya udah menyandang tas di depan tapi dasar si copet masih tetep lihai dan memang sudah berkomplot dengan temannya. Hape saya hilang tapi di metromini bukan di KRL, saya tulis disini;
    http://imaapriany.wordpress.com/2011/03/01/copet-metromini-640/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s