Selama ini saya merasa terminal sebagai tempat yang tidak nyaman, bahkan menakutkan. Di terminal, calo agresif menarik-narik penumpang, harus waspada dengan banyaknya kendaraan yang sliweran, banyaknya orang yang berniat gak baik (copet, penipu dll). Selama ini saya menghabiskan waktu bepergian dengan menyinggahi terminal dan stasiun, terutama masa kecil sampai dengan remaja, di Surabaya dan sekitarnya, atau disingkat Gerbangkertosusila (Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).

Ternyata… ketika saya di Jakarta, yang terjadi malah lebih parah kondisi terminalnya. Baru tahu saya kalau terminal di Jawa timur itu the best bus station in Indonesia. Bukan hoax, silahkan lihat saja deh perbandingannya :

A. Terminal Antar Kota/Provinsi

1. Surabaya – Terminal Purabaya

Terminal Purabaya

Nama lain terminal ini (lebih terkenal) adalah Bungurasih, karena lokasinya memang di Bungurasih, Sidoarjo. Merupakan terminal utama Surabaya untuk transit antar kota dan antar provinsi.

Fiturnya paling canggih, misalnya papan informasi jadwal bis :

Papan informasi Bungurasih

Di terminal ini, jurusan bis, papan informasi, jalur bis dan loket peron tertata dan dipampangkan jelas. Calon penumpang mempunyai ruang tunggu yang luas berbentuk bangsal besar, jalan koridor yang terlindung dari panas dan hujan menuju bis.

Saat ini, terminal ini masih dalam proses revitalisasi. Lebih canggih lagi rek!

revitalisasi bungurasih

Dan no picture = hoax. Lihat progressnya :

revitalisasi terminal purabaya on progress

2. Surabaya – Terminal Osowilangun

Terminal Osowilangun

Kalau Terminal Purabaya di sebelah selatan Surabaya, Terminal Osowilangun ada di Utara. Sama seperti di Purabaya, penumpang berjalan di trotoar dan dinaungi kanopi sampai masuk bis, sehingga terlindung dari hujan dan panas, serta risiko ketabrak bis. Bis-bis ada pada jalur antrian, dan tempat parkir terpisah. Tak ada bis yang ngetem berlama-lama karena akan disundul belakang, dan teguran dari petugas.

3. Jakarta- Terminal Pulogadung

Karena Surabaya sudah mengeluarkan Terminal Purabaya, Jakarta nggak mau kalah, mari kita lihat penampilan terminal Pulogadung.

Terminal Pulogadung

Silakan pembaca simpulkan sendiri, bagaimana perbandingan fitur-fitur terminalnya. Bis-bis dijejer aja di lapangan, calon penumpang berseliweran bersama dengan asongan dan copet. Aduh malu gue, ini yang ngambil fotonya aja ngumpet-ngumpet diatap (mungkin saking malunya). Terminal ini sudah tidak layak dan rencananya akan dipindahkan ke Pulogebang, sekitar 2015. Terminal pulogadung sudah overload, kacau penuh pedagang kaki lima, preman, calo, copet dan bercampur antara luar kota dan dalam kota.

4. Jakarta – terminal Lebak Bulus

Ya udah… Jakarta akhirnya ngeluarkan terminal andalannya… Lebak Bulus !! kalau Pulogadung di Timur, Lebak Bulus ada di daerah Selatan (agak kebarat). berikut penampakannya :

terminal lebakbulus

Lho? terus, apa keunggulannya? sama aja kayak bis dijejer di lapangan. Jangan salah, kelebihannya adalah :

tidak terlalu padat, pedagang kaki lima tidak sebanyak di pulogadung, preman, calo, copet tidak sebanyak pulogadung (walah, penonton kecewa nih). Hal yang mengecewakan saya adalah tarikan peron di Terminal ini saya kira gak bener. Dalam tulisannya Rp 200, namun saya kasih uang Rp 1.000 dikasih kembalian Rp 500 (apa gak bisa matematika ya?). Kalo saya kasih Rp 500 gak dikasih kembalian. Dan juga gak pake karcis. Sayangnya anggota KPK gak ada yang naik bis disini ya…

Deket stadion lebak bulus (menurut saya bukan nilai tambah nih). Dan rencana MRT akan punya stasiun di stadion itu.

B. Terminal angkutan dalam kota

1. Jakarta – Terminal Blok M

terminal blok M

Baru ini terminal yang layoutnya cukup bagus di Jakarta. Jadi lumayanlah bisa ada yang bisa dibanggakan. Tapi cuma layout lho, gak bicara masalah pengaturan terminalnya.

2. Jakarta – Terminal (?) Pondok Kopi

terminal pondok kopi

Kali ini contoh terminal kelas kampung, jadi saya tampilkan terminal bayangan di pondok kopi.  Saya bingung mana terminalnya. Sebenarnya saya mau tampilkan terminal cinere atau pondok labu, tapi gak ada terminalnya, cuma metromini dan angkot aja yang tergeletak di pinggir jalan. Gimana sih, bikin trayek kesana tapi gak ada terminalnya.

3. Surabaya – Terminal Joyoboyo

terminal joyoboyo

Memang gak tertata cukup rapi, ngaku kalah deh kalo dibandingkan Blok M. Dulu Joyoboyo merupakan terminal campuran, dalam dan luar kota. Namun kemudian luar kota dilarang masuk ke Joyoboyo.

Tunggu dulu, apakah Joyoboyo tetap seperti itu. Tentu tidak. Coba lihat gambar ini :

Konsep Terminal Joyoboyo

Dan nggak cuma ngomong doang, nggak modal kumis doang. Berikut gambar progressnya :

Joyoboyo - on progress

4. Surabaya – Terminal Manukan

Kali ini kelasnya cuma terminal kampung :

terminal

terminal manukan

Ini terminal pinggiran Surabaya, kelasnya terminal kampung. Cuma beberapa angkot yang singgah. Namun lihat layout dan pengaturannya.

Jadi… sudahkah Jakarta memanusiawikan pengguna dan pelaku angkutan umum? Mungkin sudah waktunya memilih gubernur yang tidak punya hanya punya pengalaman bermobil dinas, namun pernah merasakan jadi penumpang umum.

Komentar
  1. burjo mengatakan:

    Rumah saya di Sidoarjo, karena sering banget naik bis via Purabaya jadi gak merasa istimewa banget tuh terminal. Tapi sekali ke Jakarta mau pulang ke Surabaya via Pulogadung, ampuuuuunnn kapok saya ke/dari Jakarta via bus. Terminalnya kuacau buanggeettt, masak bagian tiketting merangkap preman. Ampun sampek2 dalam hati saya membatin “klo begini Joyoboyo atau bahkan terminal Bratang (terminal angkot di Surabaya Timur) mah lewat dibandingin dg Pulogadung”. Kelihatannya pemprov Jakarta harus segera membenahi fasilitas umumnya.

  2. Andon Setyo Wibowo mengatakan:

    Perbandingan visual menarik. Perlu amatan lebih detail lagi keunggulan terminal-termilan di Surabaya dan Gerbangkertosusila

  3. George Effendi mengatakan:

    Foto terminal Joyoboyo on progress, sebenarnya bukan pembangunan gedung terminal penumpang yang baru tapi perluasan gedung sekolah katolik Santo Yosef (gedung berwarna biru) yang berada tepat di sebelah barat terminal Joyoboyo. Tapi memang benar ada rencana dari Pemkot Surabaya untuk merenovasi terminal Joyoboyo seperti gambar yang disertakan dalam artikel ini. Untuk melengkapi artikel ini sebaiknya juga mengulas kondisi terminal Bratang yang berfungsi sebagai terminal angkot & bus kota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s