Pengalaman sakit-sakitan ini saya alami pada bis patas AC. Yang sakit adalah bisnya, alias bermasalah, entah mogok, atau gangguan lainnya, dan kalo sudah begitu rasa sakitnya menular ke penumpang. Yang pertama sakit ya hati duluan. Lalu komplikasi ke tangan, kaki atau badan yang pegal-pegal.

Rupanya masalah kelaikan armada bis bukan merupakan prioritas utama PO bis. Sebab kejadian bis sakit ini sering saya alami, setidaknya sekali dalam satu bulan. Contohnya adalah kejadian di Bus Deborah (si Debby) AC jurusan Depok- Kalideres tem II pagi tadi. Datang pagi-pagi, mendapat tempat duduk strategis, bis berangkat tepat waktu, melaju dengan mantap tanpa melenggak-lenggok… Wah ini bisa jadi perjalanan yang nyaman dan cepat.

Baru seperempat jam berjalan, bis berhenti di depan halte UI, dan meraung-raung mesinnya. Perasaan sudah tidak enak. Bener aje… rem anginnya bermasalah. Kalo diteruskan pasti cepat sampe… rumah sakit atau kuburan! Sialan, barusan digunting pula.

Segera driver menelpon pool, agar dikirim bis pengganti yang kosong. Saya agak pesimis, sebab kejadian ini bukan pertama kalinya saya alami. Biasanya saya harus pindah angkutan lain biar tidak telat masuk kantor. Namun kali ini saya tunggu saja, sebab kondisi badan saya mendadak seperti ketularan sakitnya bis. Logikanya kalo saya pindah bis lain, Deborah AC Kalideres itu gak ada saingannya di perlintasan pondok indah. Jadi gak ada alternatif yang setara. Paling rasional pindah Deborah kecil norak Depok-Lebak Bulus, oper metromini/kopaja ke pondok indah. Pasti gak dapat duduk karena sudah ditengah jalan (malas ah, soalnya lagi bawa laptop).

si Debby mogok

Akhirnya bis pengganti datang juga. Penumpang-penumpang, terutama yang cewek, tampak histeris seperti kedatangan artis top, berlarian berebutan masuk (sampai ada yang jatuh berguling-guling). Saya sih tenang saja, memperhitungkan kondisi bahwa tadi kondisi belum sesak, dan banyak yang sudah bail out cari angkutan lain. Bener, saya masih bisa duduk, walaupun bukan di tempat strategis. Pada saat yang sama, sekelebat tampak bayangan ungu besar melintas cepat. Bis tem III !!! bener dugaan saya, bisa kres dengan bis tem III yang berangkat setengah jam setelah tem II. Maka setelah penumpang telah boarding, driver segera memacu bis mengejar jatahnya. Racing mode on!. Posisi bis tem II ini tidak menguntungkan dengan kedatangan bis tem III didepan. Jatah penumpang asli (tem II) mungkin udah banyak yang bail out ke angkutan lain (karena lama ditunggu gak ada), jatah penumpang tem III udah diambil yang berhak.

Hikmahnya, bis jadi lebih sepi. Laju bis juga lebih cepat karena racing mode on. Dan akhirnya… saya gak jadi telat, tidak pula keluar ongkos tambahan karena gak pindah angkutan.

Yah… inilah seninya memakai angkutan umum. Hidup memang tidak seteratur bayangan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s