1. Pertama di Asia tenggara

Sejarah Kereta Api di Indonesia (tahun 1867) adalah pertama di Asia Tenggara, kedua di Asia setelah India (1853). Jepang sendiri baru memulai tahun 1872. Sebagai perbandingan, jalur lintas benua Amerika diresmikan tahun 1869.

2. Pembangunan tercepat

Pembangunan jaringan kereta tercepat di masa pemerintahan Hindia Belanda kurun waktu 1880 – 1890, yaitu 1.911 Km, atau 190 Km per tahunnya. Rekor ini nyaris disusul oleh pembangunan masa pendudukan Jepang (1942-1943), yaitu pembangunan rel 220 Km antara Muaro – Pekanbaru yang dibangun dalam waktu 15 bulan, namun tidak tercapai karena minimnya fasilitas dan teknologi seadanya.

3. Menyusut

Warisan pemerintahan Hindia Belanda adalah jaringan kereta api sepanjang 6.811 Km. Jumlah tersebut menyusut dimasa pendudukan Jepang yang mewariskan hanya 5.910 Km (menyusut 13%). Bandingkan dengan data tahun 2008, panjangnya hanya 4.780 Km (menyusut 30% dibandingkan Hindia Belanda, atau 20% dibandingkan masa Jepang). Beberapa jalur banyak yang tidak dioperasikan lagi, seperti di Madura dan Ponorogo. Ironis, mengingat jumlah pengguna semakin meningkat.
4. Realisasi Kereta Rel Listrik

Sejarah KRL listrik Indonesia dimulai sejak 1917, direalisasikan tahun 1923, dan dioperasikan resmi tahun 1925 di Batavia. Bandingkan dengan wacana monorail Jakarta yang menjadi wacana saja.
5. Tarif abadi

Tarif KRL ekonomi tidak pernah naik hampir 10 tahun (sejak tahun 2002), bahkan turun tahun 2010 karena penurunan harga minyak dunia. Namun anehnya tidak terpengaruh dengan tarif dasar listrik.

KRL ekonomi ; penurunan jumlah penumpang atau jumlah kereta?

KRL ekonomi ; penurunan jumlah penumpang atau jumlah kereta?

6. Turun tapi malah membludak

Meskipun terlihat bertambah membludak sampai ke atap, namun data resmi menunjukkan penurunan sebesar 22,3% untuk pengguna KRL ekonomi. Tapi harap maklum, data resmi hanya merujuk pada penjualan tiket KRL ekonomi. Saya tidak menemukan data jumlah riil penumpang (termasuk yang diatap) KRL ekonomi ini (yang harusnya bisa masuk Guiness Book of Record, yang bisa jadi akan menjadi fakta no. 8 )

7. Kecepatan turun

Kereta Api Argo Bromo Anggrek, dulu dikenal dengan JS950. Arti JS950 itu adalah Jakarta-Surabaya 9 jam 50 menit. Sekarang rata-rata menempuh waktu lebih dari 10 jam. Hal yang mempengaruhi adalah adanya batas kecepatan, yang diakibatkan dari kelaikan rel maupun faktor eksternal

Komentar
  1. blognyamitra mengatakan:

    Wahhh….bagus nih infonya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s