Benar, saya iri mendengar kabar di media tentang gebrakan transportasi di Kota Solo/Surakarta. Saya hitung kota ini minimal mempunyai tiga moda transportasi massal yang tersistem, padahal volume lalu-lintasnya jauh dibawah Jakarta

Railbus Bathara Kresna

Railbus Bathara Kresna (Inka)

Sekitar bulan Juli 2011,  menteri perhubungan meresmikan Railbus, jenis KRLDE (kereta rel listrik dan diesel) dengan harga sekitar Rp 15 – 20 miliar, berisi tiga rangkaian, dengan kapasitas angkut maksimal 200 orang. Ternyata moda transportasi Railbus juga sudah beropeasi tahun 2008 di Palembang, Sumatera Selatan untuk melayani rute Kertapati – Indralaya (kampus Universitas Sriwijaya).  Railbus di Solo melayani rute Solo – Wonogiri. Meskipun saat ini belum beroperasi karena berbagai kendala teknis (antara lain infrastuktur jembatan dan rel yang belum siap atau masalah administrasi pengoperasiannya dengan PT KA), saya baca di sini, operasionalnya akan dimulai H-7 lebaran 1432 H.

Prambanan Ekspress (Prameks)

Merupakan kereta yang melayani jalur Solo – Yogyakarta – Kutoarjo, yang merupakan jalur ganda (double track). 1 set terdiri 5ima unit kereta Prameks per rangkaian KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) tersebut terdiri atas satu unit kereta mesin (engine, KDE) diesel, satu unit kereta ko-trailer, dua unit kabin trailer dan satu unit trailer ditambah kabin masinis. KRDE ini diberi kode KDE-3, yang berarti KRDE kelas ekonomi.

duo Prameks (foto semboyan 35)

interior Prameks (foto kompas)

Saat ini, Prameks beropeasi 10 kali PP (Solo – Yogyakarta). Kereta api ini juga sekarang berhenti di Stasiun Maguwo (Bandara Adisucipto), sehingga terintegrasi dengan Bis Transyogya dan pesawat terbang. Komuter Jakarta patut beriri hati, mengingat KRL bandara saat ini masih dalam mimpi.

BST (Batik Solo Trans)

Ini BRT (Bus Rapid Transit) seperti model Bis Trans Yogya, atau mirip-mirip Busway. Mulai beroperasi sejak 2010, menggantikan Bus Damri yang sebelumnya melayani jalur ini. Rutenya dari Palur-Jurug-UNS-RS Muwardi-Pasar Gede-Gladak-Kustati-Gading-Sraten-Jamsaren-Tipes-Bayangkara-Baron-Gendengan-Purwosari-Kleco-Pabelan-Kartosuro. Kembali Kartosuro-Pabelan-Kleco-Purwosari-RS Kasih Ibu-Gendengan-SGM-Sriwedari-Nonongan-LP-Gladak-Balai Kota-Pasar Gede-RS Muwardi-UNS-Jurug-Palur.

Batik Solo Trans (Antara)

interior BST (solopos)

Pembelian tiket masih diatas bis, oleh kondektur. Namun rencananya akan diganti smart card. Berbeda dengan Busway Transjakarta, BST ini tidak mempunyai jalur khusus. Mungkin karena masih tidak semacet Jakarta. Ukuran bisnya juga bukan bis besar, apalagi bis gandeng. Namun itu sudah cukup untuk Kota seperti Solo. Hebatnya, tidak seperti Bis Kopaja AC, model tempat duduknya juga mengakomodir penumpang berdiri agar nyaman, sehingga daya tampungnya lebih besar daripada Kopaja AC.

Bis Tingkat Werkudoro

Ini sebenarnya bukan angkutan komuter, namun angkutan wisata, jadi bukan menggantikan bis tingkat Damri yang sebelumnya pernah beroperasi.  Tapi kalo mau naik untuk wisata tergolong murah tarifnya, yaitu cuma Rp 20.000.  Bis ini juga bisa disewa.

interior werkudoro

Bus Tingkat Werkudoro (antara)

Beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00-22.00 yang melewati titik-titik wisata dan ekonomi, seperti Taman Sriwedari, Museum Radya Pustaka, Kampoeng Batik Kauman, Laweyan, Lumbung Batik, Pura Mangkunegaran, dan lainnya. Tingkat atas bis ini terbuka, sehingga bisa melihat langit, juga lebih terasa membumi (asal jangan kehujanan saja). Kalo bis wisata ini diterapkan di Jakarta, mungkin bisa dari pagi sampai sore baru sampai ya.. karena macet.

Komentar
  1. khoirony1985 mengatakan:

    siip…
    salam kenal ya bro..

  2. khoirony1985 mengatakan:

    sekalian tukerlinks ya.nubie nich ane

  3. ardiantono mengatakan:

    Wah menulis ttg RailBus juga..kebetulan saya ada saat launching awal Februari lalu..
    http://ardiantono.wordpress.com/2011/02/20/moda-transportasi-milik-solo/
    monggo mampir

  4. Asep Sofyan mengatakan:

    Sip banget. Salam kenal.

  5. rosesman mengatakan:

    Jakarta masih sombong dengan mengandalkan pembangunan jalan raya terus menerus, karena BBM-nya masih tak terbatas. harusnya subsidi BBM dicabut dipindahkan ke subsidi angkutan umum. Tapi susah, kl pejabatnya masih pada demen mobil dinas….. bahkan pns gol 2 dan 3 juga sudah banyak yg punya mobil atau pake mobil dinas…. makanya transportasi umum gak diperhatiin…..

    • andrefeb mengatakan:

      Sayang BBM dibakar sia sia dalam macet

    • ima apriany mengatakan:

      Iya apa harus menunggu sampai macetnya 2014 itu yang stuck-nya mulai dari depan rumah ya?
      Yang mindsetnya bangun jalan raya sama jalan tol itu sebaiknya dicuci otak aja tuh..dibilangin kalau yang dibutuhkan agar tidak macet itu adalah transportasi umum, layak dan murah tapi berteknologi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s