13131135791896246557

Saya baca disini , Pemkab Bogor memperbolehkan pemakaian mobil dinas pegawainya untuk mudik pada Lebaran 1432 ini. Banyak alasannya, karena masalah pengawasan, pemanfaatan kendaraan dan lainnya. Dari sisi leadership, tentu saja tindakan itu sangat populis di kalangan pegawai, kelihatan mengayomi. Namun ada satu kalimat yang membuat saya terenyuh, yaitu :

“Sayang bila tidak dimanfaatkan, dan kasihan kalau mereka pulang kampung naik angkutan umum. Asal ada izin dari pimpinan silakan saja,” ungkapnya, kepada wartawan, Kamis, 11 Agustus 2011 (vivanews).

Kelihatannya ini jawaban yang polos… mengungkapkan apa sebenarnya apa isi benak para pejabat pemerintahan ini. Sehingga teka-teki yang sulit mengenai mengapa angkutan umum di negara ini morat-marit dan dipandang sebelah mata, seakan telah terjawab.

KASIHAN kalo naik angkutan umum. Berarti memang dari pejabat negara ini sudah punya pemikiran bahwa angkutan umum itu memang sudah parah. Penggunanya hanya perlu dikasihani, dan jangan sampai… amit-amit jabang bayi…. jangan sampai jadi penumpang umum yang sial dan kasihan itu.

Saya jadi teringat kisah Khalifah Umar bin Abdul Azis yang mematikan lampu di kantornya ketika membicarakan urusan pribadi dengan anaknya hanya karena tidak mau menggunakan fasilitas negara. Atau nggak usah jauh-jauh, saya baca disini Pemprov DKI Jakarta yang melarang penggunaan mobil dinas untuk mudik. Dan kayaknya sebenarnya pegawai yang memanfaatkan mobil plat merah juga dalam hatinya sadar (atau nggak mau nimbulkan perhatian), seperti paman saya yang selalu mengganti plat merah di mobil dinasnya dengan plat hitam saat keluar kota untuk urusan pribadi.

1313113777285627781

Sial, saya termasuk pengguna angkutan umum. Kini saya terasa benar menjadi seperti tontonan belaka, berimpitan berdesakan dalam kereta api, kapal laut, bis …. Dan hanya dipandang dengan kasihan dari dalam mobil dinas pejabat. Mungkin dalam hati mereka bersyukur, tidak menjadi saya dan jutaan penumpang umum lainnya, yang hanya masuk berita kalo kereta apinya tabrakan, kapalnya kelelep, atau bisnya terguling.

Kami tidak butuh kasihan! kami butuh tindakan, sebab kami bukan tontonan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s