Seperti yang pernah saya tulis di sini, kereta api adalah angkutan favorit untuk mudik. Pada saat sekitar lebaran, aktivitasnya bertambah, sehingga lalu lintas kereta, terutama daerah yang rawan antara Manggarai – Jakarta Kota menjadi padat sekali karena berbagi jalur dengan kereta lokal, KRL Jabodetabek.

KRL melintas Gambir

Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk sedikit mengatasi kepadatan itu, PT KAI melakukan ‘kebijakan’ bahwa KRL tidak akan berhenti di stasiun Gambir, jadi melintas langsung. Tahun ini mulai H-5 sampai H+3 KRL tak behenti di Gambir. Jelas ini merepotkan bagi pengguna KRL maupun calon penumpang Kereta Api jarak jauh. Bagi pengguna KRL yang biasanya bisa turun Gambir, sekarang harus menambah biaya dan waktu karena harus turun di stasiun Juanda atau Gondangdia. Bagi pengguna kereta api jarak jauh yang menyusuri Pulau Jawa, jelas ini mengurangi alternatif angkutan dan kenyamanan menuju Gambir.

Karena angkutan yang relatif cepat dan mudah di Depok adalah KRL, jelas saya naik KRL. Karena nggak berhenti di Gambir, harus turun di Gondangdia. Dari atas harus turun ke bawah lewat tangga, karena stasiun Gondangdia adalah stasiun atas. Kemudian mencari bajaj, terus menuju stasiun Gambir, naik tangga lagi dua tingkat untuk menunggu kereta di atas. Bayangkan, misalnya saya dari Depok, membawa 2 orang anak kecil yang satunya harus digendong, disamping itu juga membawa barang dan tas bawaan untuk mudik. Kok malah jadi nelangsa gini ya…

kereta jawa dari front utara

‘Kebijakan’ itu cuma di Gambir. Saya berpikir apa nggak seharusnya sebagai sesama pengguna produk kereta, berhenti sejenak di stasiun Gambir (biasanya juga cuma dalam hitungan detik) kan tidak mengganggu. Saya makin jengkel mengingat Gambir adalah pemberhentian bagi kereta eksekutif… sampai tersirat pikiran ; “oh… begini ya, memang pengkastaan itu ada. Kelas yang paling tinggi yang diutamakan”.

Boro-boro mengintegrasikan antar moda angkutan, ini yang satu perusahaan, sesama kereta aja nggak kompak, satu harus dikalahkan yang lain. Saya dulu bahkan punya pikiran… kalo saya telat naik kereta jawa (kereta jarak jauh) gara-gara KRL saya yang ke Gambir telat, bisa nggak ya dapat pengembalian tiket? kan satu perusahaan (mimpi kali yeee…).

Alasan PT KA, rencana pemindahan terminal kereta jawa ke stasiun Manggarai dan jalur double-double track antara Cikarang-Manggarai masih belum terlaksana juga, sehingga ‘kebijakan’ melarang KRL berhenti di Gambir dilakukan. Selalu masalah teknis, atau kadang masalah bisnis yang dijadikan alasan. Kalau menurut saya sih… pembuat kebijakan ini tidak pernah, atau sedikit sekali melihat dari sisi penumpang.

Komentar
  1. Bagaz mengatakan:

    maksudnya kereta Jawa cem mana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s