Bicara angkutan umum di Indonesia, terutama di Jakarta, seringkali mengelus dada karena kondisinya dianggap ‘tidak manusiawi’. Beberapa bahkan dianggap ‘ekstrim’, terutama masalah perilaku pengemudi dan penumpangnya. Contohnya Bis sekelas Kopaja (non AC) atau Metromini, seringkali overload, penumpangnya bergelantungan di pintu, dan pengemudinya ngebut dan bermanuver seperti orang mabuk.

Atau bicara masalah KRL, dimana fenomena ‘atapers’, atau penumpang yang suka duduk di atap sudah menjadi kebiasaan yang susah ditanggulangi, karena kereta sudah penuh sesak.

Namun, dengan kondisi angkutan umum di sini yang seperti itu, apakah kita layak “berbangga diri” menyebut sebagai yang paling parah, atau paling ekstrim?

Hooo… jangan jadi katak dalam tempurung. Diatas langit masih ada langit. Ternyata di luar negeri ada saingan berat kita, bahkan kemungkinan besar kita kalah telak.

Karena saya sendiri nggak pernah keluar negeri, foto-foto dan tulisan ini saya dapatkan dari browsing di google :

Kereta India

umat Hindu perjalanan kereta penumpang yang penuh sesak untuk mengambil bagian dalam festival "Guru Purnima'' di kota Goverdhan dekat kota utara India Mathura, 24 Juli 2010. (kaskus)

Kereta Bangladesh

Mudik lebaran 2010 (Bangladesh)

Bis Pakistan

Kopaja atau Metromini bisa minder dengan norak dan nekatnya bis Pakistan ini

Bis Filipina

Jeepney Filipina ternyata jenis double decker?

 

Mudah-mudahan gambaran kondisi angkutan umum di negara-negara diatas tidak menjadikan kita terpacu untuk menirunya. Ini cuma sebagai penglipur lara saja, bahwa ternyata banyak yang lebih sengsara dari kita.

Dan juga semoga ini tidak dijadikan contoh oleh pejabat-pejabat transportasi kita untuk menuduh kita sebagai penumpang yang cengeng dan manja.

Sama sekali tidak. Urusan safety adalah keharusan. Sebab tanpa ikhtiar untuk selalu menjaga keselamatan transportasi adalah bunuh diri, dosa besar. Yang mengabaikan pentingnya regulasi dan keselamatan angkutan umum berarti bisa disebut pembunuh dong?

Komentar
  1. ladeva mengatakan:

    Kok kereta India bisa seperti itu ya? *shock*

    • andrefeb mengatakan:

      sampe nggak kelihatan keretanya. saya baca, di india, bangladesh, pakistan, kalo lagi peak season gila-gilaan. katanya sih… soalnya belum pernah kesana

      • Si Manis mengatakan:

        klo pak andre menjagokan moda transportasi yg mana untuk mudik ke surabaya kali ini ?

        ada tips jitu ga dari pak andre untuk mudik yang aman nyaman murah selamat sampai tujuan

        btw i lov this blog, keep roll on …

      • andrefeb mengatakan:

        thanks. tahun ini saya nggak mudik, sekali-2 ngerasain jakarta waktu sepi.
        sharing tips saya waktu sudah berkeluarga : Mudik itu seperti perjalanan lainnya, perlu perencanaan dan persiapan (timnya banyak sih). keberhasilan tanpa perencanaan = keberuntungan. keberuntungan tidak setiap saat bisa diraih (he..he.., jadi filsuf).
        tips saya waktu single : malah tanpa perencanaan, karena kejutan itu mengasyikkan. Saya biasa cari tiket go show, estafet, ke kota lain dulu, naik bermacam moda untuk kemudian sambung ke kota tujuan. Maklum, masih ingin meneguk pengalaman.

        Moda transportasi tergantung selera. Ada yang takut terbang, atau ada kenangan manis, mati-matian naik KA. Namun dengan jarak lebih dari 500 km, sebenarnya untuk praktisnya adalah pesawat terbang, harganya juga tidak berbeda jauh dengan KA, dengan waktu tempuh cuma 10%nya. Bahkan jika mau ndadak, di saat menjelang lebaran, banyak dibuka extra flight, dengan konsekuensi harga yang lebih tinggi sedikit daripada pesan jauh-2 hari.
        Perjalanan mudik adalah bagian dari ritual lebaran. jadi delay pesawat, kres KA, macetnya jalan, mahalnya ongkos daripada dipikirkan, mendingan dinikmati. Pemudik adalah pejuang-pejuang silaturahmi menuju fitrahnya, tanah kelahiran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s