Lebaran sudah dalam hitungan hari. Namun ada ‘keajaiban-keajaiban’ yang terjadi, khususnya di perkeretaapian.

Tiket

Seperti yang pernah saya tulis disini, kereta api merupakan angkutan favorit, dengan perjuangan memperoleh tiket yang luar biasa susah dan ajaib. Waktu pembukaan penjualan tiket, loket baru buka 30 menit, tiket KA, termasuk KA Argo Anggrek, sudah langsung habis seperti air jatuh ke pasir gurun.

Namun…. hari ini saya membuka detik.com, dan membaca bahwa tiket KA Argo Anggrek tujuan Surabaya masih banyak tersisa. Rata-rata tiap perjalanan antara tanggal 26 – 30 Agustus 2011 hanya terjual tak sampai sepertiganya.

Fakta dibelakang Fenomena aneh ini :

saya coba menduga karena;

1. Harga tiket KA Argo Anggrek sudah mendekati harga tiket pesawat.

2. Untuk jurusan Surabaya, KA menghadapi persaingan dari pesawat udara, apalagi banyak extra flight

3. Tiket yang belum habis adalah tiket KA tambahan, dimana orang yang tak kebagian di penjualan pertama sudah membeli tiket lain (KA lain atau moda angkutan lain).

Namun saya tetap heran… sudah menjadi pengalaman bertahun-tahun bahwa penjualan tiket KA eksekutif perdana selalu ludes, namun PT KA tetap tidak (berani ?) mengeluarkan tiket tambahan ketika tiket pertama sudah terbukti sukses berat. Jeda waktu antara penjualan tiket pertama dan tiket tambahan terlalu panjang, dan kesempatan antara waktu itu sudah diambil oleh pihak lain, terutama maskapai penerbangan. Para pemudik KA terutama adalah keluarga, tentu mempunyai perencanaan mudik jauh-jauh hari dan nggak mau gambling menunggu adanya tiket tambahan.

 

Sidak Semu

Rabu, 24 Agustus 2011, Wapres Boediono datang ke Stasiun Senen. Lho, apa mau mudik pake kereta? wah ini baru berita, apalagi Stasiun Senen kan pangkalannya kereta ekonomi. He, jangan salah, Pak Wapres hanya mau meninjau persiapan mudik di Stasiun Senen. Hasil kunjungan tersebut membuahkan kepuasan di muka Pak Wapres. Kereta ekonomi ternyata tertib dan tak ada yang berdiri. Padahal sebagai praktisi, saya melihat untuk perjalanan di hari biasa non lebaran saja pasti ada yang berdiri dan berdesakan, apalagi lebaran. Kok bisa ya?

Fakta dibelakang Fenomena aneh ini :

1. Ada larangan dan pembatasan penumpang masuk ke peron stasiun, saya baca disini.

2. Kelihatannya sudah dipersiapkan dan diatur kereta yang akan disidak. Ini tuduhan saya, karena faktanya banyak yang tak dapat tempat duduk.

Saya masih bertanya-tanya, mengenai pelarangan penumpang untuk masuk ke peron. Apakah ini berkaitan dengan kunjungan Wapres, ataukah kebijakan stasiun untuk lebaran? Kereta Api kelas Ekonomi mempunyai tempat duduk terbatas, sedangkan tiket yang dijual melebihi tempat duduk. Sehingga sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun, banyak pemudik yang datang awal untuk berusaha mendapat posisi yang lebih nyaman di gerbong. Dan mereka datang nggak tanggung-tanggung, kadang bisa sehari sebelumnya, hanya sekadar mendapat tempat yang dirasa lebih ‘nyaman’. Menghalangi penumpang masuk lebih awal ke peron tanpa sosialisasi lebih dulu atau menyediakan tempat tunggu yang layak akan menyiksa banyak calon pemudik.

Kemudian… apa sih untungnya dengan kondisi ‘semu’ kereta ekonomi yang dilihat Pak Wapres? Apa senang kalo nanti dalam pikiran Pak Wapres itu, PT KA sudah baik & layak memenuhi kebutuhan penggunanya. Lha ngapain PT KA menyebut-nyebut kekurangan fasilitas, infrastruktur, dan keluhan-keluhan lainnya? wong nyatanya KA lebaran saja sepi, nggak ada yang berdiri kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s