Paling sering kita mendengar dan melihat kendaraan lain masuk jalur busway (menyerobot), yang membuat sewot masyarakat pengguna busway. Namun bagaimana bila sebaliknya? ternyata prakteknya juga sering terjadi. Saya nggak tahu apakah ada sanksi/larangannya bahwa bis transjakarta harus tetap di jalurnya, kecuali kondisi darurat. Kondisi darurat itu contohnya ada kerusakan jalur busway, atau ada halangan di jalur busway (kendaraan mogok atau halangan lain). Jika bis transjakarta bisa seenaknya turun kejalur non busway tanpa alasan yang jelas, ya jangan disalahkan kalo kendaraan pribadi juga tetap cuek nyerobot jalur busway. Sama-sama seenak udelnya, eh sopirnya.

Akhirnya saya mendapati sendiri beberapa ‘anomali’ yaitu bis transjakarta yang tidak pada jalurnya, dan sebagian saya jepret pakai hape saya.

Saling mendahului, memenuhi jalur

Seluruh lajur di Jl. Gatot Subroto, sekitar TL Mampang Prapatan dipenuhi Bis Transjakarta Koridor 9

Saya nggak tahu apakah memang gara-gara gak ada separatornya, jadi bis transjakarta boleh berkeliaran ke kemana-mana. Ataukah bis transjakarta yang di sebelah kiri/tengah jalur itu sedang ‘bebas tugas’?

Jalur di halte penuh?

Jalur busway di halte harmoni ada 2, namun masih belum cukup juga? ada bis yang diluar (sebelah kiri) jalur, termasuk bis saya ini (koridor 8)

Apakah memang begini pengaturan jalurnya? tapi kok gak ada tanda seperti jalur busway non separator? (itu lho yang dicat merah).

eh, mau kemana sih?

Bis transjakarta berjalan di luar jalurnya, lokasi sekitar pejompongan. Foto diambil dari bis transjakarta koridor 8 yang juga menyalip bis tersebut.

Saya sendiri bingung dengan jalur bis koridor 8 itu. Kok bisa jalan-jalan dan salip-salipan begitu? terus jalurnya mana? gak ada tanda khusus, jelas ini membingungkan pengendara lain.

Akhirnya iseng-iseng saya ambil gambar sang sopir. Eh, pas banget. Ternyata sedang asyik berhape ria. Saya nggak tahu, apakah ada larangan sopir bis transjakarta menggunakan telepon/hape selama bertugas, tapi saya tahu bahwa UU lalu lintas melarang menggunakan hape ketika sedang mengemudikan kendaraan.

menelepon siapa?

Apalagi ini kendaraan umum, yang pengemudinya harus mengantongi SIM umum. Tanggung jawabnya lebih besar daripada pengemudi kendaraan pribadi. Jadi, apa kata dunia, eh pengguna?

Komentar
  1. ima apriany mengatakan:

    harusnya wacana “contra flow” atau jalurnya transjakarta melawan arah dicoba dulu ya.. tapi memang banyak juga resikonya..
    http://megapolitan.kompas.com/read/2011/02/10/19222051/.Busway.Sebaiknya.Melawan.Arus.Lalin

    • andrefeb mengatakan:

      deterrent factor nya memang luar biasa kalo contra flow, cuma sopirnya kasihan, jadi extra waspada. masa iya sih tega nyeruduk, meskipun yang disruduk emang salah. pasti kalo dipaksakan ada korban terutama saat pertama. mengacu ke KRL, palang sepur saja sering diserobot. masyarakat kita sudah kategori berani mati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s