Oleh-oleh dari perjalanan mudik kemarin, karena pulang sendirian, jadi lebih banyak memperhatikan interior KA Sembrani yang saya tumpangi. Karena perjalanan dengan KA sangat jarang saya lakukan (paling setahun sekali), mungkin informasi ini tak banyak berarti bagi ‘Asep’ (alias arek sepur) atau penglaju yang sangat berpengalaman karena tiap minggu p.p. naik kereta api.

1. Colokan listrik dan meja kecil

Jangan khawatir kehabisan batere hape, karena colokan listrik sudah ada dalam gerbongnya. Letaknya nempel di dinding gerbong, tepatnya dibawah meja kecil dibawah jendela. Jadi kalo mau kursi yang strategis memang kursi di dekat jendela, bisa ngecharge sekaligus ada meja kecil tempat naruh hape (sebenarnya tempat naruh botol/gelas)

2. Bagasi model pesawat

Penampilannya sudah keren, mirip pesawat, ada tutupnya. Memang tidak semua gerbong, cuma gerbong-gerbong yang sudah dipermak saja. Jadi kalo ada orang ngambil bagasi lumayan ketahuan karena harus buka tutupnya.

3. Televisi

Seperti terlihat di gambar sebelumnya, ada televisi di arah depan gerbong sebelah kiri. Tapi TV ini tidak untuk menyetel siaran TV, cuma untuk filem.

4. Pintu otomatis

Ini kadang sering orang bingung bukanya. Ada yang memaksa didorong sekuat tenaga. Padahal ada tombol dan tulisan yang jelas terbaca. Maklum… kadang orang gak membayangkan kereta api bisa canggih.

5. Pengubah arah hadap kursi

Kalau kebetulan punya empat tiket dalam satu gerbong yang urutannya seri, bisa dibuat berhadapan. Caranya injak aja tuas dibawah kursi, dan putar sampai berhadapan dan berbunyi klik. Jika memilih berhadapan, fasilitas pijakan kaki menjadi hilang. Juga rebahan kursi menjadi kurang landai karena terhambat kursi di belakang.

6. Reclining seat, pijakan kaki dan meja tatakan makan

Reclining seat artinya kursi buat berbaring. Jadi kursi ini bisa direbahkan sampai landai, dengan menekan tombol di sandaran tangan. Sandaran tangan itu sendiri juga bisa dibuka, maka didalamnya ada semacam meja untuk tatakan makan (kalau di pesawat, tatakan itu ada di sandaran kursi depan kita). Tarik keluar, jadilah meja. Pijakan kaki ada di bagian bawah kursi depan kita. Dudukannya bisa disesuaikan.

7. Lampu baca

Lampu baca ini dihidupkan cukup menekan saklarnya, dan cahayanya cukup diarahkan untuk menerangi bacaan. Semoga tidak rusak seperti yang saya alami.

8. Toilet

Maaf fotonya kabur, soalnya goyang terus. Toilet disini lumayan bersih (kalo dibersihkan). Ada wastafel dan WC disini, yang terbuat dari stainless stell/alumunium. Airnya lumayan (maksudnya masih ada selama perjalanan). Ada anjuran untuk mempergunakannya ketika kereta berjalan. Kenapa hayo?? sebabnya… saluran pembuangannya langsung ke rel, nggak ditampung. Jadi kalo kereta berhenti, dan ada yang BAB, pasti tercipta ‘gunung’ di bawah toilet. Kalau berhenti di stasiun, pasti nggak enak dilihat (dan dicium).

Sebenarnya sih lumayan nyaman dengan fasilitas seperti itu, cuma kalo menurut saya ada satu kekurangan, yaitu AC nya terlalu dingin. Entah karena saya yang udik, mata dan muka saya sampai kering dan badan menggigil. Namun dengan interior seperti itu, rupanya masih ada kemunduran bila dibandingkan dengan kereta tempo doeloe, yaitu kereta Bima (doeloe) yang mempunyai kompartemen untuk tidur.

Penutup, saya tampilkan foto jadul interior kereta eksekutif Jakarta-Surabaya tahun 80-an, yaitu KA Mutiara (lupa, mutiara selatan atau utara), sebagai perbandingan.

interior KA Mutiara jadul

Komentar
  1. adolph mengatakan:

    kalo mutiara sby-jkt ya mutiara utara mas😀

  2. Fauzi mengatakan:

    kalaupun itu KA Mutiara, pasti KA Mutiara Utara (Jkt-SBI) krn KA Mut Sel adlh jur BD-SGU….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s