Perkenalan saya dengan WWF (World Wide Fund for Nature) – Indonesia adalah ketika saya melintas di halte busway Dukuh Atas. Sejak itu saya menjadi lebih sering mengintip milis supporter WWF-Indonesia maupun website-nya , dan ternyata memang ada nilai lebih kalo kita memakai angkutan umum. Kesadaran (atau keterpaksaan karena tak ada pilihan) untuk memilih menggunakan angkutan umum ternyata bisa membuat bumi lebih hijau. Jadi kayaknya naik angkutan umum itu berpahala, karena mencegah bumi jadi lebih rusak. Soal pahala, mestinya lumayan gede, karena naik angkutan umum di Indonesia ternyata nggak gampang dan tidak nyaman. Semoga ini menjadi penghibur bagi para komuter yang berhimpitan di bis, KRL dan angkutan umum lainnya. Setiap tetesan keringatnya berarti bagi bumi.

Berikut yang saya kutip dari WWF-Indonesia :

Menjadi Peduli Transportasi

  1. Hindari bepergian dengan pesawat terbang apabila jarak tempuh kurang dari 500 km.
  2. Tinggalkan mobil di rumah apabila melakukan perjalanan yang tidak jauh.
  3. Gunakan sepeda untuk perjalanan pendek, selain hemat energi, itu akan membuat Anda bugar!
  4. Gunakan kendaraan umum untuk perjalanan yang jauh. Transport umum merupakan cara terbaik untuk mengurangi emisi karbondioksida dari kendaraan.
  5. Lebih suka pakai mobil? Ajak rekan-rekan sejurusan untuk pergi bersama-sama.
  6. Bila Anda hendak membeli mobil, pertimbangkan untuk membeli kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Selain menghemat uang, Anda turut berpartisipasi menyelamatkan Bumi dari CO2.
  7. Gunakan bahan bakar bebas timbal.
  8. Usulkan kepada Pemda untuk menyediakan kendaraan umum yang cepat, nyaman, dan ekonomis.
  9. Apabila harus menggunakan mobil, perhatikan hal-hal berikut:
  • Matikan mobil apabila menunggu lebih dari 30 detik
  • Cek tekanan ban mobil, karena apabila tekanan kurang 0,5 bar dari normal akan meningkatkan penggunaan bahan bakar sebesar 5%
  • Usahakan untuk tidak memanaskan mobil dalam posisi berhenti. Mobil akan lebih cepat panas apabila dikendarai, sehingga Anda akan menghemat bahan bakar
  • Hindari menggunakan rem secara mendadak karena mengonsumsi bahan bakar dengan cepat.
  • Turunkan bagasi apabila Anda tidak membutuhkannya lagi, karena 100 kilo beban akan menambah penggunaan 1 liter bahan bakar lebih banyak dalam jarak 100 km
  • Coba mengurangi jarak tempuh perjalanan kendaraan Anda tiap minggunya. Semisal, gunakan kendaraan antar jemput bersama untuk ke kantor atau ke sekolah.
Cukup dengan menggunakan transportasi umum, anda tidak perlu ribet seperti poin no 9 ketika menggunakan mobil, agar bisa berwawasan lingkungan. Sayang sekali di Indonesia, urusan angkutan umum tidak dipandang secara komprehensif. Seakan-akan cuma urusan Departemen Perhubungan dan Kepolisian. Padahal transportasi menyangkut juga masalah subsidi BBM dan alokasinya yang gak beres, menyangkut kemacetan dan dampak yang ditimbulkan,  menyangkut perekonomian rakyat, nilai-nilai kebersamaan dan sosial budaya.
Coba lihat betapa susah melaksanakan poin-poin diatas. Menghindari bepergian dengan pesawat terbang, disaat moda Kereta Api, Bis Antarkota dan Kapal Laut terpinggirkan (atau sengaja dipinggirkan). Menggunakan sepeda, disaat prasarana yang ada tak mendukung, bahkan menjadi berisiko. Menggunakan BBM bebas timbal, sedangkan BBM jenis itu tak ada subsidi khusus. Dan mengenai transportasi umum? hmmm silakan baca deh tulisan-tulisan di blog ini.
Tapi don’t be sad. Semakin keras dan susah upaya kita, pahalanya juga semakin besar.
Do better for earth

 

Komentar
  1. ima apriany mengatakan:

    amiin jadikanlah berpahala bagi setiap langkah saya ke stasiun dan ke halte ini aaminn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s