Yang sering menjadi menjadi ganjalan dalam naik angkutan umum, ya masalah kejahatan ini. Meskipun frekuensinya jarang, namun sekali terkena akibatnya fatal. Paling tidak secara mental trauma, bahkan nyawa bisa jadi taruhannya. Baru-baru ini ada seorang pedagang sayur yang diperkosa di angkot M26 jurusan Melayu-Bekas (tapi operasi kriminalnya di depok). Kejadian ini tidak berselang jauh dengan kasus pemerkosaan di Angkot D-02 jurusan Ciputat-Pondok labu. Citra angkot sebagai pemerkosa semakin melekat.

angkot... wajahmu sungguh kriminal...

Sebenarnya nggak cuma pemerkosa saja, masih banyak jenis kejahatan yang sering terjadi di angkutan umum, beberapa yang terdeteksi adalah :

1. Pencopetan

Ini kejahatan paling sering (dan paling klasik), terutama ketika kendaraan dalam kondisi sesak. Moda angkutan umum yang paling rawan terhadap pencopetan ini adalah KRL (terutama KRL ekonomi) dan bis kota (terutama bis kecil seperti kopaja/metromini dan bis kota non AC). Bis kota AC kayaknya jarang, karena penumpangnya rata-rata penumpang batu, jadi jarang ada yang naik-turun jarak dekat.

a. Pencopetan ketika naik/turun

Yang saya amati pada kejadian yang menimpa teman saya di KRL ekonomi, pencopetan terjadi ketika naik/turun penumpang di stasiun. Kondisi saling berdesakan, namun ada gerakan (meskipun ruang geraknya sempit). Saat naik/turun itu perhatian terpecah dengan adanya penumpang yang bertabrakan maupun yang mendorong-dorong. Waspadalah, sebab pencopet tidak hanya seorang, melainkan banyak orang, jadi ada yang bertugas menghambat laju penumpang, ada yang mengambil barang, dan juga ada yang menunggu serta menerima operan barang copetan. Pola KRL loopline yang pakai acara transit dan semakin berdesakannya penumpang memperbesar risiko pencopetan model begini.

b. Pencopetan ketika sedang berdiri

Ini sering terjadi di Bis. Berbeda dengan KRL yang hanya berhenti di stasiun, di bis pencopetnya bisa langsung turun dan kabur. Sama dengan pencopetan saat naik/turun, pencopet disini juga biasanya lebih dari satu. Ada yang bertugas mengalihkan perhatian, ada juga yang menjalankan aktivitas utama, mencopet. Yang disasar adalah isi saku celana atau tas.

c. Pencopetan ketika duduk

Jangan dikira ketika duduk tidak bisa dicopet. Selalu ada saja jalan untuk dicopet. Di angkot, dimana umumnya penumpangnya semua duduk, pencopetnya juga nggak selalu satu orang. Mereka biasanya juga berkomplot, meskipun naiknya tidak bersamaan. Biasanya modusnya ada yang mengalihkan perhatian (misalnya muntah, atau bertingkah tidak wajar), sedangkan yang lain mencopet. Jika di bis, hati-hati kalo ketiduran, sebab penumpang disebelah bisa jadi copet. Kata Bang Napi, kejahatan ada karena kesempatan. Teman saya dua kali hilang hapenya gara-gara tidur di bis, tak menaruh curiga karena penumpang di sebelahnya adalah wanita.

2. Penipuan, pembiusan dan penggendaman

Penipuan ini justru terjadi ketika penumpang tidak terlalu ramai. Bisa berkomplot atau dilakukan seorang diri. Saya pernah menyaksikan ada orang yang membawa burung (dalam wadah kertas) yang suaranya bagus & nyaring, kemudian penumpang yang lain memuji-mujinya. Lalu ada penumpang lain yang tanya harga dan menawar… jadi prosesnya agak lama, namun intinya adalah ada penumpang (asli) yang tertarik seakan-akan itu kesempatan langka, kemudian membeli burung itu, yang ternyata tak seindah bayangan. Saya baru sadar bahwa itu penipuan ketika saya bertemu lagi orang-orang yang sama, yang menawarkan burung itu di saat yang lain kepada penumpang lain. Kalau masalah pembiusan dan gendam itu biasanya juga ketika penumpang sebelah kita menjadi ramah dan  mengajak ngobrol serta menawarkan makanan atau minuman. Jika menjumpai ‘keramahan’ itu tidak biasa, waspadalah. Mungkin ada baiknya juga jadi penumpang bisu.

3. Penodongan/perampokan

Sama dengan penipuan, umumnya dilakukan ketika kondisi angkutan sepi, atau kebanyakan wanita. Umumnya dilakukan dalam Angkot. Bisa dilakukan secara kolektif, dimana penumpangnya tidak naik secara bersamaan. Yang mengherankan, sopir angkotnya kayaknya cuek saja dengan kejadian begini, meskipun sebenarnya mungkin mengenal pelaku. Mungkin takut diancam. Namun kejadian di taksi, yang sering menjadi korban adalah sopir taksinya yang dirampok penumpang gadungan.

4. Pemerkosaan

Ini yang dibahas di awal tulisan, dan juga di tulisan sebelumnya. Jadi nggak banyak yang dibahas, cuma menambahkan bahwa korbannya selalu wanita (belum pernah laki-laki jadi korban), dan kelihatannya pemerkosaan ini sebagai ‘aksi tambahan’ setelah perampokan, merujuk dari pemberitaan yang ada. Moda angkutannya juga saat ini masih terlokalisir di angkot, belum terdengar ada kejadian di angkutan umum yang tersistem seperti busway atau KRL.

5. Pembunuhan

Merujuk pemberitaan, aksi ini bukan tujuan utama, melainkan aksi ‘tutup mulut’ bagi korban, terutama jika melakukan perlawanan. Aksi utamanya ya perampokan/penodongan, mungkin ditambah aksi ‘tambahan’ yaitu pemerkosaan. Jarang terdengar ada pembunuhan politik, misalnya, di dalam angkot (mungkin karena pejabat nggak ada yang naik angkot). Kasus pembunuhan yang terkenal dalam angkutan umum yang pernah saya dengar yaitu Munir Kontras dibunuh dalam pesawat udara.

6. Pelecehan seksual

Kasus ini saya banyak mendengar di busway. Mungkin karena itu sekarang di busway dipisah antara laki-laki dan perempuan, jadi perempuan di bagian depan, laki-laki di belakang. Kalau di KRL malah ada gerbong khusus wanita di ujung-ujung rangkaian. Sama seperti pemerkosaan, korbannya selalu wanita, namun ini bukan berarti laki-laki nggak bisa dilecehkan lho. Peristiwa pelecehan ini biasanya terjadi ketika kondisi penuh sesak, jadi pelaku berdesak-desakan sekaligus mencari-cari ‘tempat pegangan’ yang pas.

busway, sekarang pisah laki-perempuan

Dalam kasus perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi belakangan ini, sopir angkot justru merupakan anggota pelakunya. Sopir tembak dituding sebagai biang keladi kriminalitas di angkutan umum ini. Jadi kemudian muncul tindakan mewajibkan seragam kepada sopir. Yah, sekali lagi langkah yang bersifat tambal sulam. Selama angkutan umum tidak tersistem, harapan cuma pada akhlak dan moral personalnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s