Pasar dan stasiun atau terminal, sepertinya berhubungan erat. Kebanyakan pasar berdekatan dengan stasiun atau terminal. Mengenai asal mula pasar itu seperti mempertanyakan lebih dulu mana ayam dengan telur. Apakah karena stasiun/terminal itu banyak orang yang berlalu-lalang sehingga memancing pedagang membuka dagangan disana, ataukah karena pasar itu ramai sehingga banyak mengundang angkutan umum untuk menuju kesana? Yang jelas saya tidak akan membahas masalah itu. Disini hanya akan dibahas pasar (tradisional) yang berdekatan dengan Stasiun atau terminal di sekitaran Jabodetabek.

1. Pasar Tanah Abang

image

Siapa yang nggak tahu Pasar Tanah Abang? Pasar grosir yang menjual pakaian dan bahan pakaian ini pernah terkenal hingga ke manca negara. Pasar ini berdekatan dengan Stasiun Tanahabang (kode THB). Stasiun THB adalah stasiun besar KRL. Selain kereta komuter seperti KRL dan kereta Rangkasbitung, stasiun ini juga merupakan stasiun kereta api jarak jauh ke Jawa (tengah dan timur). Dulu stasiun THB ini bisa dijangkau langsung baik dari Bekasi, Serpong maupun Depok. Namun sejak era loopline penumpang Bekasi harus transit dulu di Manggarai. Untuk terminal bis atau angkot, kebanyakan armadanya ngetem di pinggir-pinggir jalan. Salah satu bis yang melayani rute Tanah Abang adalah bis Koantas Bima 102 (Ciputat – Tanah Abang) dan Patas AC BMP 102 (Depok – Tanah Abang).

Selain pasar grosir pakaian, di daerah Tanah Abang juga banyak agen pengiriman barang dan EMKL (ekspedisi muatan kapal laut), dimana sering truk-truk menurunkan atau menaikkan barang di pinggir jalan. Juga tentu saja banyak pedagang kaki lima tang menggelar dagangan di pinggir jalan. Tentu saja lalu lintas di sekitaran stasiun dan pasar sangat semrawut terutama di jam sibuk, yang diperparah banyaknya angkot dan bus yang ngetem dan sepeda motor yang melawan arah.

2. Pasar Asemka

Pasar Asemka juga cukup terkenal. Pasar ini menjual aneka macam barang, mulai dari alat tulis dan buku, pakaian, mainan dan lain-lain. Biasanya ramai ketika menjelang tahun ajaran baru, dimana barang keperluan sekolah dijual dengan harga miring (asal bisa menawar). Lokasinya tak jauh dari Stasiun Jakarta Kota dan Halte Busway Koridor 1.

Khusus penumpang KRL dari Serpong, harus transit di Stasiun Tanahabang ke Manggarai, baru bisa menuju Stasiun Kota. Dari Stasiun/halte busway, cukup menyeberang lewat lorong penyeberangan, disitu ada petunjuk ke arah Asemka. Kalo malas jalan kaki, disana banyak ojek sepeda. Pasar ini cukup besar dan semrawut. Saya bingung membedakan pasar ini ujungnya dimana, karena orang menggelar dagangan sampai di mulut lorong penyeberangan depan stasiun. Di jalan dekat Pasar Asemka, jalan kaki saja sulit, apalagi naik kendaraan, karena jalan juga dipenuhi dagangan dan penjualnya.

3. Pasar Kemiri

image

Bagi yang berdomisili di Depok, terutama yang naik KRL dari Stasiun Depok Baru tentu mengenal pasar ini. Pasar Kemiri berada sepanjang rel KRL mulai dari Stasiun Depok Baru sampai sekitar Mal Depok (D-Mall). Meskipun becek, jorok dan kacau, pasar ini digemari karena harganya diklaim paling murah santero Depok. Saking dekatnya dengan rel KRL, ketika KRL lewat, pembeli dan penjual harus minggir terlebih dahulu. Karena Stasiun Depok Baru bersebelahan dengan Terminal Depok, tentu saja akses ke pasar ini juga didukung oleh bis dan angkot.

4. Pasar Minggu

Tidak susah mencari Pasar di Pasar Minggu ini. Justru saya kesulitan mencari Stasiun Pasar Minggu, yang tersembunyi di balik lapak-lapak dagangan. Pasar Minggu dulu terkenal sebagai pasar yang berjualan buah-buahan. Meskipun pedagang buah masih banyak di Pasar Minggu, namun Pasar ini melebar sampai di jalan-jalan dan berjualan apa saja seperti pasar-pasar lain. Selain stasiun KRL, juga terdapat Terminal Pasar Minggu dengan armada angkot dan bis yang relatif banyak. Bis Damri Bandara juga menjadikan Pasar Minggu sebagai terminal, yang biasanya juga dinaiki orang Depok karena di Depok tak ada lagi bis bandara.

Selain Bis yang berterminal di Pasar Minggu, beberapa bis juga lewat Jalan Pasar Minggu (hanya lewat, tidak masuk terminal) seperti PPD 54 jurusan Depok – Grogol dan Mayasari PAC 81 jurusan Depok – Kalideres.

Sekian dulu deh, nanti dilanjutkan lagi. Masih banyak pasar yang belum dibahas.

Posted from WordPress for Android

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s