Ribut-ribut mengenai mobil Nasional kembali meruyak di media massa dengan kemunculan mobil Kiat Esemka. Semua menjadi terpancing, terkesima dan melirik. Kenapa? karena mobil (pribadi) adalah segalanya. Adalah dambaan, simbol status, adalah solusi transportasi dan kebutuhan vital, apalagi di tengah konsumerisme yang dijejalkan industri otomotif. Reaksinya macam-macam. Ada yang menjadikan mobil dinas. Banyak teman yang memasang status di fesbuk dengan tema “kebanggaan produk Indonesia”,  media massa menjadikan hot news, bahkan DPR pun sampai berebutan berkomentar.
image

Tapi bagaimanakah dengan nasib produk otomotif nasional lain yang notabene bukanlah kendaraan pribadi? jauh panggang daripada api. Beberapa bahkan nyaris mati walaupun sudah direncanakan dengan baik selama bertahun-tahun (dan memakan biaya yang besar pula).

1. Pesawat N 250
Masih ingat dengan pesawat N 250? prototype pesawat propeler ini pernah menjadi primadona di pameran dirgantara tahun 1996 karena sudah sukses mengangkasa.
image
Berbeda dengan kakaknya, CN 235 alias Tetuko, yang masih patungan antara CASA Spanyol dan IPTN, N 250 ini benar-benar produk PT DI (d.h. IPTN). Sekarang nasib sang Gatotkaca (nama N250) ini tidak jelas, meskipun ada wacana untuk mengembangkannya lagi, karena pesaing utama pesawat kelas ini  (Fokker) sudah gulung tikar. Masalah harga juga akan diturunkan dengan penurunan kualitas (menurunkan kapasitas mesin dan menghilangkan sistem fly by wire). Yah, semoga bisa jadi alternatif selain pesawat buatan Cina.

2. Bis Tempel Komodo
Ini sebenarnya sudah banyak mengaspal di jalanan Jakarta, tapi banyak yang belum tahu. Ya, bis tempel Komodo sudah menjadi sarana Busway yang menjalani koridor IX dan X.

image

Bis Tempel Komodo (wikipedia)

Saya pernah naik dari Ancol dan di Cawang. Orang menyebutnya dengan bis gandeng, namun untuk membedakan dengan truk gandeng yang gandengannya tak memiliki mesin, bis ini disebut bis tempel. Mesin terletak di bagian belakang, sedangkan sistem kendali di bagian depan. Jadi kalau bagian belakang dan depan terpisah, bis ini tidak bisa jalan. Bis ini diproduksi oleh PT Asian Auto Intenasional (AAI), dengan kandungan lokal mencapai sekitar 50%.

3. Kereta Api
Kayaknya banyak yang lupa kalo Indonesia punya industri kereta api di Madiun, yaitu PT Inka. Padahal bagi para pengguna kereta api pasti sedikit banyak bersentuhan dengan produk BUMN ini. Memang di daerah Jabodetabek, umumnya KRL yang beroperasi adalah KRL bekas dari Jepang. Namun masih ada ‘secuil’ produk Inka, yaitu KRL Lingkar (Ciliwung) atau Blue Line yang pernah beroperasi melingkar. Sayang KRL ini pada era sebelum loopline sangat rendah tingkat okupansinya.
image

Selain itu, di tengah tren impor barang, PT Inka masih mendapat pesanan KRD dan Railbus. Termasuk Railbus di Solo dan Sumatera, dan Prameks.
image

4. Mobil?
Masih terkait dengan PT Inka, ternyata selain produk berkaitan dengan kereta, juga memproduksi mobil. Entah kenapa, apakah Inka menyindir kebijakan pemerintah yang lebih ke kendaraan pribadi daripada tranportasi umum (atau produk Inka ini malah cerminan kebijakan pemerintah itu sendiri), atau terobosan untuk sepinya order.
image
Yang jelas, beberapa prototype mobil seperti GEA dan Moko (pesanan Makassar) sudah menampakkan wujudnya.

Bicara mengenai kebijakan pemerintah mengenai transportasi umum, sepertinya sulit untuk tidak berbicara mengenai industri otomotif global. Permasalan ini sudah ke arah government to government, masalah internasional. Sepertinya ada yang merasa rugi kalo transportasi umum berjalan baik di Indonesia. Bahkan jika wacana sudah ke arah transportasi umum pun, dengan alasan biaya atau profesionalisme kebanyakan tendernya dimenangkan oleh pihak asing.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s