Bagi pengguna angkutan umum, berjalan kaki sudah hampir pasti dijalani. Serupa dengan nasib angkutan umum, begitu pula dengan fasilitas bagi pejalan kaki/pedestrian. Pengalaman saya berjalan kaki di Jakarta seakan-akan tidak punya teman. Seakan terasing terkepung ribuan kendaraan yang ada.

Kemarin, saya mencoba berjalan kaki dari Stasiun Cawang menuju Bidakara, Pancoran. Jarak saya ukur hanya 2,5 kilometer, sehingga saya memutuskan berjalan kaki daripada menyeberang jalan, naik bis lalu menyeberang lagi, karena posisi Pancoran memang arah arusnya berlawanan bila dari Stasiun Cawang.

Start, Stasiun Cawang

Naik KRL dari Depok, lancar dan tidak terlalu penuh, meskipun jam sibuk sekitar jam 7.45 pagi. Menyeberang rel untuk keluar kesisi seberang stasiun, kemudian menyisir jalan ke arah utara. Karena saya tidak naik busway, jadi tidak perlu menyeberang dibawah fly over.

Trotoar memang masih relatif layak digunakan, tidak ada pedagang kaki lima maupun kendaraan yang parkir. Namun sayang ada pot-pot besar yang menempati trotoar.

Pot penjajah trotoar

Selebihnya tidak ada pengganggu yang signifikan selain trotoar yang berlubang-lubang (tapi awas bawahnya got) dan tidak rata.

Fasilitas umum pun tersedia, seperti telepon umum, kelihatannya gak ada yang pakai, entah masih berfungsi apa nggak. Tapi sekilas terlihat masih terawat. Di era semua orang bawa hape ini, keberadaan telepon umum membuat saya terkagum-kagum. Jadi teringat nostalgia semasa sekolah dulu … ha…ha…ha…ha…

telepon umum yang kesepian

Tapi jangan puas dulu, mendekati tugu pancoran, trotoar menghilang, dan pejalan kaki harus ‘turun jalan aspal’. Untungnya, karena melawan arah, jadi kita bisa melihat kendaraan yang datang, sehingga kejadian seperti ditabrak Xenia di Tugu Tani bisa lebih diantisipasi.

Pedestrian turun jalan

Hambatan terbesar adalah Perempatan di Tugu Pancoran itu. Jalannya luas, banyak jalur dan lalu lintasnya ramai sekali, bahkan ketika lampu merah banyak yang menetap di zebra cross. Jadi pejalan kaki harus zigzag melewati kendaraan yang ada.

aspal tugu pancoran

Perjalanan kaki ditempuh hampir setengah jam. Lumayan, sampe di Bidakara jam 9, jadi total sekitar satu jam dari Depok. Lumayan juga khan waktunya, bandingkan kalau naik mobil pribadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s