Mumpung masih liburan, saya mau cerita tentang berlibur ke Yogyakarta. Kota ini menarik untuk dikunjungi. Lokasinya strategis, mudah dicapai dari Surabaya maupun Jakarta. Kota ini juga nyaris berdampingan dengan kota Solo. Banyak angkutan menuju Yogya, misalnya kereta api (ini angkutan favorit, jadi sering kehabisan waktu liburan).

Contohnya KA Eksekutif dari Stasiun Gambir meliputi Bima, Gajayana, Taksaka malam dan Argolawu. Kalau dari Pasarsenen tujuan Tugu, ada KA bisnis Senja Utama Yogya dan Senja Utama Solo, serta KA Ekonomi Bogowonto yang ber-AC.  Dari Stasiun Gubeng Surabaya, bisa ditempuh dengan KA Bima, Turangga dan Mutiara Selatan. Dari Bandung  ditempuh dengan Turangga, Mutiara Selatan dan Lodaya Malam.

Yogyakarta sebenarnya terlalu banyak untuk bisa diceritakan dalam blog ini. Jadi saya tulis saja yang saya tahu. Saya kemarin naik KA bisnis Senja Utama Yogya, yang tepat waktu sampai Yogyakarta (sekitar jam 5 pagi). Karena saya menginap di Hotel Grand Quality, jadi ada fasilitas penjemputan free. Saya kaget juga karena dijemput pakai Toyota Alphard (jadi baru pertama kali itu saya naik Alphard).

KA Senja Utama Yogyakarta, tak bisa tidur karena “diserang” para asongan

Masalah hotel, jangan khawatir, karena banyak sekali mulai dari bintang lima sampai losmen. Cuma di musim liburan sebaiknya booking dulu karena banyak yang penuh. Saya pesan online direct langsung dan satunya lewat Agoda.

Trans Jogja melintas Tugu

Masalah transportasi… gak masalah cari yang murah dan gak bisa dibohongi. Ada Trans Jogja. Saya lihat jurusannya sudah bisa kemana-mana. Kalo nggak sampai tujuan, bisa tanya mana lokasi terdekat, terus oper apa. Contohnya saya mau ke Borobudur, dijelaskan oper dimana dan naik apa. Kalau mau lebih cepat atau nyaman, bisa naik taksi. Tapi hati-hati, ada yang nggak pakai argo. Kalo mau lebih lancar, bisa sewa mobil, kisarannya antara Rp 300 ribu – Rp 500 ribu.

Info mengenai Yogyakarta secara lebih lebih lengkap, contohnya di http://gudeg.net/id/index.html. Kalau di android malah ada aplikasi Jogjatik, meskipun tak selengkap di internet.

Masalah tujuan wisata… wah banyak banget. Mau yang natural, seperti Pantai, banyak, seperti Parangtritis, Depok dan lain-lain. Ada juga wisata gunung Merapi, yang tetap eksotik biarpun disaat ngamuk atau tenang. Mau yang candi, ada Prambanan dan Borobudur. Ada juga yang bernuansa edukasi, seperti rumah pintar, yang tarifnya cuma Rp 8.000. Apalagi yang bernuansa tradisional… banyak sekali. Saya malah cukup naik becak keliling Malioboro, Tugu, sampai Keraton.

Saya menikmati ngobrol dengan tukang becak atau sopir taksi, yang bisa menjadi guide. Namun memang harus diperjelas dulu keinginan kita. Misalnya mau makan dimana (karena tergantung selera dan kocek), mau kemana, harganya berapa. Saya tetap pakai argometer untuk taksi. Lalu selebihnya saya kasih tips karena puas dengan jasa guidenya.

Naik Becak keliling (pusat) Jokja

Bahkan seandainya Yogyakarta belum cukup memuaskan dahaga, mau ke Solo juga dekat, naik Kereta Prameks atau Bis juga sekitar 1 jam.

Nah, pesan saya …. jangan lupa pulang. Angkutan pulang pun bisa penuh sesak dimusim liburan gini.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s