JPO atau singkatan sebenarnya jembatan penyeberangan orang, memang prakteknya bisa ‘serba guna’. Karena memang fungsinya bisa lebih dari menyeberangkan orang saja. Orang Indonesia memang kreatif, sepertinya gak rela kalau ada prasarana kok cuma ‘menguntungkan’ salah satu pihak saja (apalagi pihak itu pejalan kaki yang sewajarnya selalu minggir).

image

Kejadian ini saya alami sendiri di JPO sekitar Gelora Bung Karno, yang juga merupakan JPO menuju halte busway. Tiba-tiba saja ketika di tengah jembatan, dari arah belakang melaju sepeda motor yang dikendarai 2 orang berboncengan. Perilaku mereka tampaknya sudah pernah melakukan hal itu disitu, karena tampak terbiasa. Meskipun sempat terjepit di tikungan JPO yang memang dibuat banyak karena melandai, akhirnya biker itu berhasil melakukan misi penyeberangan.

image

Hebat banget mental biker itu, sangat cool ditengah tatapan mata para penyeberang jalan dan asongan yang menggelar dagangan di JPO. Pejalan kaki akhirnya minggir, terjepit antara asongan, pengemis, biker ‘cool’ dan besi pagar jembatan. Tadinya saya pikir kenapa JPO itu tidak diberikan besi saja di tengah agar tak ada ruang gerak bagi sepeda motor. Tapi saya jadi ingat kalo JPO yang dibuat melandai tanpa anak tangga itu agar penyandang cacat juga bisa mempergunakannya.

Jadinya para pejalan kaki menjadi pihak yang tertindas di rumah sendiri. Sedikit saja ada ruang gerak yang memungkinkan, pasti dimasuki para penindas seperti biker ‘cool’, pengemis dan asongan. Bahkan saya yakin kalau JPO itu lebih lebar lagi, bisa-bisa muncul mobil ‘cool’ juga. Maka tak heran usia JPO jadi lebih pendek, seperti lantai-lantainya jadi sering lepas. Kalau gini bisa-bisa dituduh korupsi di pengerjaan atau perawatannya, padahal ada juga faktor penggunaan diluar kewajaran desainnya.

Sebagai pihak yang tertindas sementara ini hanya bisa berdoa. Jangan khawatir, doa orang teraniaya itu meskipun lirih di dunia, namun nyaring terdengar Tuhan.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s