Kopaja AC S-13 (Ragunan-Grogol) yang pernah saya ceritakan disini sekarang sudah ada yang berubah. Mulai Januari 2013 lalu bis ini, beserta saudaranya, Kopaja AC P-20 (Lebak Bulus-Senen) akan ‘terintegrasi’ dengan busway. Artinya sudah boleh mampir di halte busway. Tapi saya sendiri nggak terlalu tahu model ticketing-nya, soalnya pasti penumpang Transjakarta ditagih lagi oleh kenek kopaja. Maklum saya belum pernah dikasih tiket selama naik kopaja ini.

Tapi saya tidak membahas masalah tiketnya, saya cuma bercerita tentang efeknya disisi penumpang dengan adanya gelar ‘terintegrasi’ ini. Pertama, bis ini jelas harus memiliki pintu di kedua sisinya. Karena halte busway umumnya berada disebelah kanan. Jadinya dinding sebelah kanan dirombak, yang mengorbankan sekitar 3-4 baris tempat duduk.

Pintu busway Kopaja AC

Jadi jumlah penumpang berdiri meningkat, alias penumpang duduk menurun. Bagi beberapa penumpang ini merugikan, apalagi jika jarak jauh.

Kesulitan lain adalah bis ini jadinya seakan bermanuver ke kiri dan kanan, khususnya di jalan arteri pondok indah, yang berimpitan dengan Koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas)

busway

jadi dari citra satelit diatas kita bisa melihat kalau kopaja S13 itu datang dari arah tenggara (Jl Simatupang) berbelok ke Arteri Pondok Indah, dia harus memilih mengangkut penumpang di halte bis biasa atau di halte busway. Jika memilih dua-duanya maka dia akan bermanuver tajam dari kiri (halte biasa) langsung ke kanan (halte busway). Tapi lebih sering didaerah situ halte bis biasa yang dikorbankan. Ada yang bilang, kalau mau nunggu Kopaja S13 tunggu aja di halte busway. Ada benernya tapi gak 100%. Kopaja S13 ini sering cuma alternatif saja, karena banyak bis lain yang arahnya sama. Misalnya mau ke Mesjid Pondok Indah, bis lain adalah Kopaja reguler 86, Metromini 85, Deborah raksasa, Mayasari Bhakti PAC 73, atau PPD AC 16. Atau mau lebih jauh ke Ratu Plaza bisa PPD AC 16. Bahkan sampai ke Slipi masih berimpit dengan Kopaja 86. Jadi ini cuma masalah bis mana yang datang duluan, bukan loyal pada salah satu bis.

Masalahnya sekarang jalan Arteri pondok indah itu macet banget, jadi manuver ke kiri dan kekanan itu bisa bikin pengendara yang lain sewot. Perilaku mendua ini bikin runyam. Akhirnya karena bis lebih sering di jalur kanan, saya sering melihat penumpang akhirnya naik/turun ditengah jalan, yang jelas secara safety gak bagus.

Mungkin nanti kedepannya semua halte bis akan dijadikan satu, atau benar-benar terintegrasi. Mungkin kapan-kapan dilain hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s