Arsip untuk April, 2014

Bagi perantau ex Jawa Timur atau khususnya Surabaya, sesuatu yang paling dikangeni biasanya adalah kulinernya. Karena kuliner khas Surabaya, seperti halnya guyonan dan pisuhannya, cenderung eksklusif. Maksudnya hanya bisa dinikmati dan ‘dihayati’ oleh orang Surabaya saja.

Juga di Jakarta ini. Meskipun perantau asal Jawa Timur lumayan besar jumlahnya, agak susah menemukan kuliner suroboyoan/jawatimuran yang sangat eksklusif, seperti kupang lontong. Kalo soto, bebek goreng rujak cingur atau bahkan tahu campur masih bisa ditemukan di mall misalnya java kitchen.

image

Cobalah singgah di Jalan Fatmawati, tepatnya di halaman kantor pos Fatmawati, seberang Rumah Sakit Fatmawati. Di jantung kemacetan selatan Jakarta ini rasa kangen akan kupang lontong, lontong kikil, lontong balap dan tahu campur akan terobati. Nama warungnya pawon memes. Lokasinya sangat mudah dijangkau transportasi umum dan dekat terminal Lebak Bulus.

Rasanya sesuatu banget menikmati kupang lontong, sate kerang ditemani segelas es sinom ditengah obrolan suroboyoan (kayaknya baik yang beli maupun penjualnya semua orang jawa timur). Dengan rasa yang cukup otentik dikenal lidah surabaya, sejenak seakan-akan kita terbawa ke timur jawa dwipa.

image

Sayangnya warung-warung ini hanya buka malam hari, karena siang hari memang parkiran kantor pos.

Iklan

Image

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) disebut sebagai sarana keselamatan pejalan kaki. Namun kondisi JPO di depan Mesjid Raya Pondok Indah dan Pondok Indah Office Tower ini malah menjadi ancaman bagi penggunanya. Atapnya banyak yang sobek, beberapa menggantung terayun-ayun, siap menjadi malapetaka bagi yang ‘kejatuhan durian runtuh’.┬áSelain mengancam pejalan kaki, juga bisa menjadi kejutan bagi lalu lintas di bawah JPO ini yang selalu padat siang malam.

20140410_140053