Hari Selasa 18 November 2014, ternyata sudah ada pengumuman kenaikan premium dari Rp 6.500 ke Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 ke Rp 7.500. Saya beranikan diri naik angkot pagi-pagi. Ternyata keadaan masih normal-normal saja. Bahkan tarif belum dinaikkan. Mungkin karena pengumuman yang mendadak banyak yang belum tahu, atau formulasi tarif yang belum dirumuskan.

image

Sampai saya berpindah ke metromini juga belum ada kenaikan tarif. Jadi sepertinya para sopir masih mensubsidi penumpangnya 😂. Mungkin karena operasional pagi ini tangki bensinnya masih terisi stok harga lama.

Keadaan berubah ketika saya pulang senja hari. Semua angkutan yang saya tumpangi naik seribu rupiah. Biasanya waktu dulu ada SK walikota yang mengatur tarif, tapi sekarang seakan terabaikan (atau memang urusan walikota terlalu banyak yang lebih penting sehingga terlambat).

Dari pemerintah sih ada saya baca kisaran kenaikan antara 10% menurut hitungan kenaikan tarif angkutan umum oleh pemerintah.
Formulasi itu mungkin benar secara hitungan, tapi prakteknya hampir gak mungkin. Misalnya angkot saya Rp 5.000. Gak mungkin naik cuma Rp 500, cari uang cepek sekarang susah banget. Apalagi metromini sebelumnya Rp 3.000 masak jadi Rp 3.300? Maka saku kenek akan semakin bergemerincing oleh uang yang sudah tidak lagi diproduksi BI.

Akhirnya Organda mengancam mogok nasional. Lagi-lagi pemerintah malah menyindir dengan menganalogikan dengan PT KA.

image

Ya sudahlah… sebagai rakyat yang goblok saya mau apa… cuma setahu saya dalam keseimbangan, kalau ada yang naik harus ada yang turun, agar kehidupan bisa terus berjalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s