Arsip untuk September, 2016

Bagi Jamaah Haji Indonesia, bicara angkutan umum di Jeddah, Mekkah dan Madinah tidak bisa lepas daripada Bus. Mulai dari Bandara, jamaah akan diantar dengan bus ke pemondokan. Bagi yang pemondokan jauh dari Masjid Al Haram, disediakan bus shalawat. Pada saat safari wukuf, dari pemondokan juga diantar bus tardudiyah. Perpindahan Mekkah – Madinah juga memakai armada Bus. Termasuk tour/ziarah kebanyakan juga dengan memakai bus.

20150916_163240Berikut saya bahas mengenai bus shalawat yang dipakai pada saat Haji 1436 H lalu :

Bus Shalawat ini pasti dikenal oleh jamaah haji Indonesia, terutama yang kebagian pemondokan yang relatif jauh dari Masjidil Haram. Bis dengan warna Merah / Hijau ini 24 jam mengantarkan jamaah pulang dan pergi ke Masjidil Haram. Rasio untuk bus shalawat ini adalah 1 bus : 500 orang. Sedikit? jangan khawatir, bus shalawat ini sistemnya shuttle/ulang alik. Meskipun begitu bisa dipastikan atau perebutan sengit pada saat sehabis Sholat Isya’ karena waktu pulang jamaah berbarengan. Dan jam 10 malam memang waktu pergantian shift driver-nya yang kebanyakan orang Sudan.
Bus Shalawat ini dibagi-bagi dalam beberapa rute. Kebanyakan mempunyai terminal di Syieb Amir/Syieb Ali, sebelah timur Masjid Haram. Selain Indonesia, Turki dan Iran juga menyewa bus shalawat ini untuk kepentingan jamaahnya. Bus dari tiap negara ditandai oleh stiker bendera yang ditempel di bus.
20150905_073530
Ada trik tersendiri jika bus rute kita dirasa terlalu jarang. Biasanya bus rute lain haltenya berdekatan. Maka tak ada salahnya naik bus rute lain dan berjalan sedikit ke pemondokan kita.

Seharusnya

20150908_082120.jpg

Enter a caption

ada pemberian pemahaman mengenai tata cara dan etika dalam naik bus umum, karena kebanyakan jamaah haji tidak mempunyai pengalaman naik bus kota. Banyak yang bergerombol di dekat pintu, tidak memberikan tempat duduk bagi yang sepuh, sampai ada yang merokok. Namanya bus umum, tentu saja berhadapan dengan kepentingan banyak orang.

 

Iklan