Archive for the ‘Tak Berkategori’ Category

2015 in review

Posted: 31 Desember 2015 in Tak Berkategori

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 180.000 kali di 2015. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 8 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Iklan

Mungkin karena saya jarang naik transjakarta, saya tidak begitu memperhatikan rambu dan larangan  di dalam bis transjakarta. Namun sepinya penumpang di hari kamis 9 April lalu membuat saya leluasa mengamati interior bis. Ada satu rambu/tanda larangan yang menarik perhatian saya :

image

Lha… apa maksudnya ini… sepertinya ini dimaksudkan sebagai larangan untuk melakulan pelecehan seksual, karena rasanya tidak mungkin kalo ada larangan memakai rok pendek di negara ini.

Tapi… kenapa kok jadi ada rambu seperti itu? Bukankah pelecehan seksual sendiri adalah masalah pidana?

Larangan di bis transjakarta ini harusnya adalah larangan yang bersifat khusus, seperti makan/minum, membawa piaraan dll, yang dibolehkan di tempat lain. Lha kalo masalah pidana ya gak perlu dibuat lagi larangannya. Masak perlu dibuat juga larangan mencopet, secara sama-sama kejadian yang sangat mungkin terjadi di bis.

image

Ini nanti malah menimbulkan inspirasi. Lagipula tendensius sekali gambarnya mendiskreditkan salah satu gender. Yang paling saya takutkan malah memberikan pelajaran yang salah bagi pengguna bis transjakarta, bahwa pelecehan seksual hanya masalah normatif seperti rambu larangan lain yang tertempel sejajar.

Bener-bener gak bener.

image

Setelah kenaikan BBM ‘bersubsidi” di tahun 2014 yang diiringi kenaikan tarif angkutan umum (dan tentu saja harga-harga lainnya), tahun 2015 ini disambut dengan turunnya harga BBM ‘bersubsidi’. Mungkin bagi pengguna kendaraan pribadi ada pengaruhnya dalam penurunan biaya bertransportasi, namun bagi pengguna angkutan umum, jawabannya jelas : tidak ada sama sekali.

Nyatanya dilapangan tarif-tarif angkutan umum tidak bisa turun. Beberapa pakar dan pejabat yang pintar ternyata menghitung dengan persentase kenaikan tarif… misalnya 10%, 20% atau 30%. Dalam prakteknya kenaikan tarif (terutama angkutan umum dikota besar) tidak memakai nilai persentase namun memakai nilai rupiah absolut. Kasarannya begini, berkat kenaikan BBM ‘bersubsidi’ akhir tahun 2014 telah mengatrol tarif sebesar Rp 1.000, baik untuk angkot yang semula Rp 4.000 atau Rp 5.000 menjadi Rp 5.000 dan Rp 6.000. Kopaja dan Metromini yang semula Rp 3.000 menjadi Rp 4.000. Tidak ada dasar persentase yang dipakai disini.

Sekarang dengan turunnya harga BBM ‘bersubsidi’, tarif tidak juga diturunkan sebagian. Alasannya yang utama dari para sopir tentu saja karena harga barang (kebutuhan pokok) yang lain juga tidak turun. Tapi saya kira ada alasan lain, yaitu kepraktisan bertansaksi.

Saya kira semestinya tarif angkutan itu turun, karena BBM jelas sebagai biaya operasional itu turun harganya. Tapi pertanyaan yang paling penting adalah : “berapa rupiah yang harus turun?”

Kalo hitung-hitungan pakar BBM ‘bersubsidi’ ini turun sekitar 10%. Dengan asumsi fuel factor 30% maka angkutan umum harusnya menurunkan tarifnya sekitar 3% – 4%. Waw… bagaimana menerapkan, misalnya tarif angkot Rp 5.000 x 5%? Turun Rp 150? Apakah masih ada uang beredar Rp 50? Bahkan Rp 100 dan Rp 500 saja sudah jarang digunakan dalam transaksi uang secara fisik. Bila misalnya dipukul rata turun Rp 500 juga tidak fair bagi para sopirnya.

Lha terus… akhirnya beban harus dipikul pengguna angkutan umum.

Sampai saya berpikir kenapa begitu buruknya nasib pengguna angkutan umum di Indonesia. Sampai di perkantoran pun karyawan pengguna angkutan umum harus gigit jari dengan karyawan pengguna kendaraan pribadi. Biasanya perusahaan pun masih memberikan fasilitas pembayaran parkir gedung. Padahal gajinya sama.

Ingin mencari rute angkutan umum di Jakarta secara interaktif?

klik situs ini :

http://www.transportumum.com/jakarta/peta-angkutan-umum-jakarta/

Lumayan untuk mengetahui trayek mulai dari KRL, busway, sampai angkot/mikrolet. Meski tidak semua tercakup namun cukup membantu.

Tampilannya adalah seperti ini :

peta transportumum

peta transportumum